Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 15.10 WIB

Cuaca Buruk, Harga Ayam Potong di Bawean Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram

Ilustrasi harga ayam potong melonjak di Bawean akibat cuaca buruk. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi harga ayam potong melonjak di Bawean akibat cuaca buruk. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com-Cuaca buruk yang melanda perairan Gresik - Bawean dalam beberapa hari terakhir berdampak pada pasokan pangan. Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pulau Puteri mengalami lonjakan cukup signifikan. Ayam potong tembus Rp 90 ribu per kilogram.

Lonjakan itu tidak hanya dialami ayam potong, namun juga komoditas lain. Misalnya telur ayam yang biasanya Rp 25 ribu per kilogram naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Lalu bawang merah harganya sampai Rp 80 ribu per kilogram.

“Ayam itu normalnya cuma Rp 35 ribu, sekarang tembus Rp 90 ribu,” ucap Hikmah, warga Sangkapura.

Guru perempuan itu menyebut bahwa harga bahan pokok mengalami kenaikan sejak pelayaran terganggu akibat cuaca. Kapal-kapal nelayan pengangkut bahan pokok terpaksa tidak bisa berlayar.

Meski stok masih tersedia, namun barang-barang itu jumlahnya mulai mengalami penurunan. “Pasokan dari daratan yang terkendala,” imbuh Hikmah.

Sementara itu, Ahwan mengaku sudah lima hari di Gresik. Sebab akan kembali ke Bawean tidak ada kapal yang beroperasi.

Ahwan senasib dengan ratusan calon penumpang lain. Bahkan mereka yang berangkat dari Malaysia akan pulang kampung ke Bawean untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satu calon penumpang, Ida Azlina, warga Malaysia keturunan Bawean asal Desa Sukalela, mengaku sudah tiga hari tertahan bersama keluarga di penginapan Pulau Putri.

“Sejak Senin (1/9,) kami menginap di sini. Rencananya berangkat Selasa, tapi karena cuaca buruk ditunda. Sudah empat hari kami bertahan,” ujar Ida.

Ida datang bersama lima rombongan keluarga atau sekitar 25 orang. Mereka berniat pulang kampung untuk mengikuti peringatan tradisi Maulid Nabi di Bawean.

“Setiap tahun kalau ada rezeki pulang. Kali ini rencana 18 hari, keluarga lain sampai sebulan. Kami ingin silaturahmi sekaligus merayakan Maulid Nabi atau Molod di kampung,” imbuh Ida.

Arif, suaminya, mengeluhkan biaya tambahan karena harus menginap berhari-hari.

“Dulu kadang naik KMP Gili Iyang, tapi sekarang kapal itu belum beroperasi. Terpaksa tetap di sini, keluar biaya penginapan, makan, dan kebutuhan harian. Anak-anak juga sudah mulai bosan,” keluh Arif.

Dua kapal cepat Express Bahari tidak berlayar akibat cuaca buruk. BMKG memprediksi gelombang di perairan Gresik - Bawean mencapai 1,25-2,5 meter.

Sementara KMP Gili Iyang hingga kini masih dalam perbaikan pasca kebakaran. Kapal pengganti rute Paciran - Bawean pun sudah tidak melayani rute tersebut.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore