
Aparat kepolisian belum berhasil memukul mundur demonstran hingga dini hari. Sementara massa demonstran merusak hingga membakar pos polisi hingga kantor polisi (Polsek). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kericuhan aksi demo di Surabaya, Jumat (29/8) belum berakhir. Usai dipukul mundur dari Gedung Negara Grahadi, massa aksi malah menyebar ke beberapa jalan di pusat kota.
Sekitar pukul 19.31 WIB, massa aksi yang sebelumnya di Jalan Gubernur Suryo, beralih menuju Jalan Basuki Rahmat Surabaya. Di sana
Kericuhan masih terus belanjut, massa aksi terus melempari batu ke arah aparat kepolisian.
Para demonstran terlihat membakar barier di depan restoran McDonal's. Ketegangan membuat deretan tempat usaha di sana memilih tutup sementara waktu, dengan alasan keamanan pelanggan.
Kerusuhan yang terjadi membuat lalu lintas lumpuh total. Aparat kepolisian yang masih berjaga sembari membawa tameng pun masih menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.
Namun, mereka tak bergeming. Kantor Polsek Tegalsari pun menjadi sasaran amuk berikutnya. Sejumlah fasilitas di kantor tersebut dirusak massa. Mereka juga melakukan aksi vandalisme terhadap dindinf-dinding bagian depan.
Tidak hanya itu, tampak dari luar, sejumlah fasilitas yang ada di kantor Polsek Tegalsari hancur. Jendela dan pintu pecah. Kerusakan Polsek Tegalsark juga sampai ke dalam ruangan SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu).
Setelah dari Polsek Tegalsari, sasaran selanjutnya para demonstran adalah Pos Polisi di kawasan Taman Bungkul Darmo. Kobaran api dan asap hitam pekat membuat masyarakat sekitar panik.
Sejumlah laporan mengatakan, pos polisi di beberapa lokasi, seperti Pos Polisi Wonokromo, Pos Polisi Margorejo, Pos Polisi Bundaran Dolog (Taman Pelangi), hingga Pos Polisi Waru, juga tak luput dari amukan demonstran.
Hingga pukul 00.15 WIB, polisi belum berhasil meredam kericuhan yang terjadi. Mereka lalu melakukan penyekatan untuk mencegah kedatangan demonstran tambahan, yakni di Bundaran Waru dan Jembatan Joyoboyo.
Masyarakat yang hendak menuju Surabaya akan diperiksa oleh aparat.
Sebelumnya, ribuan massa dari masyarakat sipil dan mahasiswa menggelak aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Jumat sore (29/8).
Dari pantauan JawaPos.com, sejak awal aksi, para demonstran terlibat bentrok dengan aparat. Mereka langsung menghujani aparat yang berada di dalam Gedung Negara Grahadi dengan barang-barang di sekitar.
Suasana demo semakin mencekam setelah aparat kepolisian menembakkan meriam air dan gas air mata, untuk meredam kerusuhan. Alih-alih mereda, amarah demonstran justru memuncak.
Mereka merusak beberapa fasum, seperti tiang listrik, tempat sampah dan melemparkannya ke dalam gedung Negara Grahadi. "Revolusi, revolusi, revolusi," teriak massa aksi kompak.
Pada sekitar pukul 17.30 WIB, aparat kepolisian berupaya membubarkan para demonstran dari Jalan Gubernur Suryo dengan menghujani meriam air dan gas air mata. Massa pun berhamburan di pusat kota.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
