
Pemkot Surabaya sukses menggelar acara sidang isbat massal 2025, diikuti oleh 285 pasangan. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses menggelar Isbat Nikah Massal 2025. Menariknya, acara yang diikuti 285 pasangan ini tanpa APBD dan menghabiskan dana Rp 6,8 miliar.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam acara Isbat Nikah Massal, yang digelar di Ballroom The Empire Palace, Jalan Embong Malang, Surabaya pada Rabu (27/8).
Ia menyebut biaya penyelenggaraan acara Isbat Nikah Massal yang mencapai sekitar Rp 6,8 miliar, sepenuhnya ditanggung sektor swasta dan berbagai elemen masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Membangun Surabaya ini bukan hanya kekuatan wali kota atau pemerintah, tapi semua elemen yang ada, seperti saat ini ada Malik Entertaiment dan banyak vendor yang ikut membantu acara pernikahan ini," tutur Eri.
Ia mengatakan bahwa isbat nikah massal 2025 adalah penyelenggaraan yang kelima. Adapun 285 pasangan yang diisbatkan tahun ini, terdiri dari 279 pasangan nikah siri dan 6 pasangan baru.
Wali Kota Eri mengaku prihatin terhadap kasus nikah siri yang kerap kali merugikan pihak perempuan dan anak. Karena itu, ia kembali mengingatkan pentingnya pernikahan yang tercatat secara sah oleh negara.
“Kalau nikah siri, satu kasihan pihak perempuan. Kedua, kalau ada anak, kasihan anaknya tidak tercatat di negara. Kami akan lakukan (acara Isbat Nikah Massal) sampai tidak ada lagi nikah siri," imbuhnya.
Melalui program isbat nikah ini, Eri berharap tidak ada lagi pernikahan siri di Kota Surabaya. Ia meminta para camat untuk mengimbau warganya agar menikah secara resmi dan tercatat negara.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan acara ini melibatkan paguyuban pengusaha wedding dan Makeup Artist (MUA) di Kota Surabaya.
“Semuanya adalah patungan dari penyandang dana Kota Surabaya," terang Eddy.
Eddy menyebut, para pasangan yang mengikuti Isbat Nikah Massal juga langsung mendapatkan buku nikah dan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta akta kelahiran putra dan putrinya.
“Para pengantin juga mendapat pendampingan psikologis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya,” tukasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
