
Sutradara dan pemain NuShanTa(Ra) saat gala premiere, Sabtu (2/8), di XXI Pakuwon Mall, Surabaya. (Foto: Nadia Hanum)
JawaPos.com – Rafael menyiapkan masa pensiunnya yang semakin dekat. Semua privilege jabatan direktur perlahan ditanggalkan. Ia turun menapaki jalan, menaiki angkutan umum, mengayuh sepeda. Di jalan, Rafael melihat kehidupan masyarakat yang penuh dinamika.
Scene itu berlanjut, Rafael pulang kampung ke rumah tuanya di Desa Sampon Akor. Mengenang masa kecil sebagai minoritas, Tionghoa beragama Kristen. Namun ia beruntung, tinggal di desa yang penuh toleransi itu.
Kelanjutan perjalanan hidup Rafael bisa disaksikan dalam film NuShanTa(Ra) pada 13-17 Agustus 2025 di Studio XXI Pakuwon Mall, Surabaya. Agenda gala premiere yang berlangsung Sabtu (2/8) menyulap suasana bioskop menjadi lebih ramai dari biasanya. Selain keluarga besar (PPPK) Petra, hadir pula perwakilan Wali Kota Surabaya, Dinas Pendidikan, dan tokoh agama.
Disutradarai dan ditulis oleh Melia Santoso, film berdurasi 1 jam 18 menit itu menjadi karya kolaboratif Petra Youth Theater yang berhasil menembus layar bioskop nasional. NuShanTa(Ra) merupakan bagian dari perayaan 75 tahun PPPK Petra, sekaligus simbol nyata dukungan terhadap kreativitas generasi muda.
Pemutaran perdanafilm NuShanTa(Ra) yang dihadiri keluarga besar PPPK Petra berlangsung meriah. (Foto: Nadia Hanum).
Terinspirasi dari Cerita Nyata di Pelosok Pulau Madura
Melia Santoso, atau akrab disapa Melia Lim, menjelaskan latar belakang film NuShanTa(Ra). Terinspirasi dari kehidupan nyata di kampung halamannya di Desa Dungkek, Kabupaten Sumenep. “Desa ini punya semangat toleransi yang sangat tinggi. Saya hidup berdampingan dengan berbagai agama di sana,” ujarnya.
Cerita NuShanTa(Ra) berfokus pada enam sahabat yang berasal dari agama berbeda. Nurwanto (Katolik), Shanming (Khonghucu), Nura (Katolik), Taufik (Islam), Tarita (Hindu), dan Rafael (Kristen). Nama keenam tokoh tersebut secara akronim membentuk kata NuShanTa(Ra). Sementara cerita ini dilihat dari sudut pandang Rafael.
NuShanTa(Ra) berhasil menyuguhkan nilai mendalam di tengah maraknya isu intoleransi. Film ini adalah bentuk kreatif dalam mendidik generasi muda untuk memahami makna keberagaman. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa meskipun berbeda keyakinan, kita tetap saudara dalam satu tanah air,” ucapnya.
Proses produksi berlangsung panjang, sejak 2023. Penulisan naskah memakan waktu satu tahun. Sementara produksi hingga pasca produksinya membutuhkan 1,5 tahun. Seluruh proses kreatif melibatkan siswa Sekolah Petra dari jenjang SD hingga SMA, baik penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga penyuntingan.
“Saya bisa pastikan, film ini 80 persen-nya digarap oleh siswa,” terang Melia.
Gala premiere, Sabtu (2/8), menyulap suasana bioskop menjadi lebih ramai dari biasanya. (Istimewa)
Dukungan Penuh dari PPPK Petra
Direktur PPPK Petra, Hengkie Porawouw, yang juga berperan sebagai Rafael mengungkapkan kebanggaannya atas karya anak-anak Petra. “Ini merupakan komitmen kami dalam memberi panggung yang layak bagi anak-anak untuk berkarya. Film ini adalah wujud nyata dari visi kami mendukung pendidikan karakter, kreativitas, dan toleransi,” ujarnya.
Hengkie berharap film NuShanTa(Ra) bisa menembus berbagai festival film dan menjadi pemicu karya-karya selanjutnya dari lingkungan sekolah.
Sementara Marvel Sulianto Wang (Rafael muda), siswa kelas XII SMA Kristen Petra Acitya mengaku banyak belajar dari film ini. “NuShanTa(Ra) mengajarkan bagaimana bersikap terhadap maraknya isu sensitif dan intoleransi. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
