
Para pengusaha sound horeg mendeklarasikan perubahan nama menjadi sound karnaval indonesia. (Unggahan Instagram @fakta.indo)
JawaPos.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menanggapi ramainya deklarasi perubahan nama Sound Horeg menjadi Sound Karnaval Indonesia, yang disuarakan Paguyuban Sound Malang Bersatu.
Sekretaris MUI Jawa Timur M. Hasan Ubaidillah menilai meski namanya diganti, selama volume keras dari Sound Karnaval Indonesia mengganggu masyarakat, fatwa haram dari MUI tetap berlaku.
“Mau namanya diganti ya aturannya kan soal desibel. Kami tidak mengurusi soal nama sound horeg, tapi soal desibel yang harus diatur sesuai WHO,” ujar Hasan, dikutip dari laman resmi muijatim.or.id, Jumat (1/8).
Hasan menegaskan bahwa MUI Jatim tidak mempermasalahkan penggantian nama. Dia justru menyoroti bahaya suara keras dari sound horeg atau sound karnaval, yang dapat menyebabkan gangguan telinga permanen (tuli).
"Artinya berganti istilah apapun, selama tingkat kebisingan desibelnya di atas batas normal atau 85 desibel sesuai WHO, tetap saja mengganggu pendengaran manusia hingga menyebabkan kesehatan,” imbuh Hasan.
Sebelumnya, para pengusaha persewaan sound yang tergabung dalam Paguyuban Sound Malang Bersatu mendeklarasikan pencoretan istilah horeg yang dianggap negatif dan menuai pro kontra di masyarakat.
Sebagai gantinya, mereka mengenalkan nama Sound Karnaval Indonesia. Deklarasi ini terjadi di tengah perayaan ulang tahun ke-6 Team Sotok di lapangan Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Malang, pada Senin (28/7).
Video deklarasi para pengusaha sound sistem viral di media sosial. Terlihat hadir pemilik Brewog Audio Blitar, Mas Bre dan salah satu tokoh viral komunitas sound horeg, Thomas Alva EdiSound Horeg.
"Karena situasinya sudah seperti ini, daripada persepsi salah semua, maka sound yang horeg itu kita ganti nama menjadi Sound Karnaval Indonesia. Dulu nama horeg kan juga dari masyarakat," ujar salah seorang pengusaha, dikutip dari unggahan @fakta.indo, Jumat (1/8).

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
