
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan pengarahan kepada orang tua murid. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki cara untuk untuk merangkul para orang tua, yang anak-anaknya baru saja mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.
Bukan cuma kepada siswa, Pemkot Surabaya juga menggelar Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Surabaya di SMP Al-Hikmah pada Minggu (20/7).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan acara ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana peran krusial keluarga, sekolah, dan masyarakat, dalam membentuk karakter generasi muda.
"Selain orang tua kandung, guru adalah pendidik utama yang bertanggung jawab mendidik dan mengajarkan ilmu. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu bersinergi dalam menerapkan disiplin kepada anak," tutur Eri.
Dia mengajak seluruh orang tua untuk introspeksi diri jika anak-anak terlibat dalam kegiatan negatif. Seperti ikut geng motor, minuman keras, balap liar, tawuran pelajar, perundungan, dan kenakalan remaja lainnya.
"Jika anak terjerumus ke jalan yang salah, jangan hanya menyalahkan anak. Mari kita introspeksi diri sebagai orang tua, kekurangan atau kesalahan apa yang mungkin telah kita lakukan," tambah Eri.
Lewat Masa Orientasi Orang Tua, Eri Cahyadi optimistis dapat membentuk moral dan akhlak anak sesuai nilai-nilai agama. Sehingga Surabaya sebagai Kota yang aman tanpa kenakalan remaja bisa terwujud.
"Dengan sinergi antara orang tua dengan sekolah, diharapkan akan terbentuk karakter anak-anak Surabaya menjadi pribadi yang saleh/salihah, berkapasitas luar biasa, dan memiliki kebangsaan yang kuat," seru Eri.
MPLS tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA di Kota Surabaya sudah dimulai sejak Senin (14/7) dan berakhir pada Jumat (18/7). MPLS tahun ini mengusung tema RAMAH dengan slogan Sekolahku Rumahku, Guruku Orang Tuaku.
Eri ingin MPLS di Surabaya berjalan gembira, ramah, dan bebas dari perundungan (bullying). "Karakter anak-anak ini akan dimulai dari MPLS sehingga suasana yang gembira dan nyaman akan membuat siswa betah di sekolah, sementara pengalaman buruk saat MPLS bisa memicu kurangnya kepercayaan diri," tukas Eri.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
