Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 13.08 WIB

Bukan Hanya Siswa, Pemkot Surabaya Gelar MOOT Beri Pembekalan untuk Orang Tua Murid

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan pengarahan kepada orang tua murid. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memberikan pengarahan kepada orang tua murid. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki cara untuk untuk merangkul para orang tua, yang anak-anaknya baru saja mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026.

Bukan cuma kepada siswa, Pemkot Surabaya juga menggelar Masa Orientasi Orang Tua (MOOT) jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Surabaya di SMP Al-Hikmah pada Minggu (20/7). 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan acara ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana peran krusial keluarga, sekolah, dan masyarakat, dalam membentuk karakter generasi muda.

"Selain orang tua kandung, guru adalah pendidik utama yang bertanggung jawab mendidik dan mengajarkan ilmu. Oleh karena itu, orang tua dan guru perlu bersinergi dalam menerapkan disiplin kepada anak," tutur Eri.

Dia mengajak seluruh orang tua untuk introspeksi diri jika anak-anak terlibat dalam kegiatan negatif. Seperti ikut geng motor, minuman keras, balap liar, tawuran pelajar, perundungan, dan kenakalan remaja lainnya.

"Jika anak terjerumus ke jalan yang salah, jangan hanya menyalahkan anak. Mari kita introspeksi diri sebagai orang tua, kekurangan atau kesalahan apa yang mungkin telah kita lakukan," tambah Eri.

Lewat Masa Orientasi Orang Tua, Eri Cahyadi optimistis dapat membentuk moral dan akhlak anak sesuai nilai-nilai agama. Sehingga Surabaya sebagai Kota yang aman tanpa kenakalan remaja bisa terwujud.

"Dengan sinergi antara orang tua dengan sekolah, diharapkan akan terbentuk karakter anak-anak Surabaya menjadi pribadi yang saleh/salihah, berkapasitas luar biasa, dan memiliki kebangsaan yang kuat," seru Eri.

MPLS tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA di Kota Surabaya sudah dimulai sejak Senin (14/7) dan berakhir pada Jumat (18/7). MPLS tahun ini mengusung tema RAMAH dengan slogan Sekolahku Rumahku, Guruku Orang Tuaku.

Eri ingin MPLS di Surabaya berjalan gembira, ramah, dan bebas dari perundungan (bullying). "Karakter anak-anak ini akan dimulai dari MPLS sehingga suasana yang gembira dan nyaman akan membuat siswa betah di sekolah, sementara pengalaman buruk saat MPLS bisa memicu kurangnya kepercayaan diri," tukas Eri. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore