Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 13.43 WIB

Dulunya Tempat Pembuangan Sampah, Taman Harmoni Keputih Siap Jadi Ikon Wisata Edukatif dan Rekreatif Surabaya Timur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak progres revitalisasi Taman Harmoni Keputih, Rabu (9/7). (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak progres revitalisasi Taman Harmoni Keputih, Rabu (9/7). (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Taman Harmoni yang berada di Kecamatan Keputih, Kota Surabaya, hampir rampung direvitalisasi. Rencananya taman ini akan diresmikan oleh Wali Kota Eri Cahyadi pada awal Agustus 2025.

“Tanggal 1 atau 2 Agustus 2025, bertepatan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, tempat ini akan kami buka dan resmikan. Saat ini masih ada sedikit pembenahan,” tutur Eri setelah melakukan sidak, Rabu (9/7).

"Alhamdulillah, hasil revitalisasi Taman Harmoni ini sangat memuaskan dan sesuai harapan. InsyaAllah akan ada penambahan di setiap zona untuk menciptakan ciri khas tersendiri, yang saat ini sedang dalam pengerjaan,” ujar Eri.

Ia memaparkan Taman Harmoni akan menjadi taman tematik dengan beberapa zona. Pertama, ada Zona Taman Bermain atau Playground yang akan dibagi berdasarkan usia, yakni 5 tahun ke atas dan 5 tahun ke bawah.

Zona ini akan dilengkapi kandang kelinci dan ayam kate, sehingga anak dapat berinteraksi dengan hewan. Ada pula Zona Korea dengan jembatan khusus tempat pengunjung memasang gembok, seperti di Namsan Tower.

“Kemudian di Zona Afrika, akan ada ciri khas hewan dan bentuk rumah yang mencerminkan benua tersebut. Di zona Amerika, akan ada representasi Suku Indian dan patung dekorasi koboi untuk memperkuat atmosfer,” imbuhnya.

Ada juga Zona Rekreasi dan Edukasi, yang menyediakan area outbound, lengkap dengan flying fox, ATV, area menunggang kuda poni, serta Taman Lalu Lintas sebagai sarana edukasi anak-anak tentang rambu dan aturan lalu lintas.

“Di zona Bersantai, tersedia area khusus untuk lesehan dan bersantap, sehingga di zona tematik, seperti Afrika dan Amerika, rumput tidak boleh diduduki, khusus bagi pengunjung yang ingin melihat pemandangan," terang Eri.

Tak sekadar tampil dengan wajah baru, Taman Harmoni Keputih menyimpan kisah unik dan inspiratif. Wali Kota Eri menceritakan bahwa area yang kini dipenuhi ruang hijau tematik, dulunya adalah tempat pembuangan sampah.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah lihatkan, tempat ini dulunya tempat sampah, dan karena kita mau memilah sampah, kini bisa jadi taman indah seperti ini. Itulah yang kami harapkan," serunya.

Terkait biaya masuk, Pemkot Surabaya masih dalam tahap diskusi. Jika berbayar, konsepnya adalah membeli voucher senilai Rp 15.000 yang dapat ditukarkan untuk membeli makanan atau menyewa tikar dari UMKM.

"Filosofi di balik biaya masuk berbayar ini untuk menggerakkan ekonomi melalui gotong royong. Dana yang terkumpul bukan semata-mata untuk pemkot, tetapi untuk menggerakkan ekonomi lokal," terangnya.

Karena itu, pengunjung Taman Harmoni nantinya tidak diperkenankan membawa makanan maupun minuman dari luar. Pengunjung hanya boleh membawa tikar dan membeli makanan dan minuman dari UMKM yang ada di sana.

Apabila berbayar, sekitar 10 persen dari penghasilan tiket masuk akan dialokasikan untuk perawatan taman, sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.

"Kami ingin ini menjadi contoh, dari Surabaya untuk orang Surabaya, di mana masyarakat yang mampu dapat membantu yang kurang mampu, menciptakan kebahagiaan bagi seluruh warga Surabaya," tukas Eri. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore