Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 03.10 WIB

Jadi Korban KDRT, Ibu Muda di Surabaya Dipukuli Suami hingga Babak Belur, Kini Lapor Polisi

Ibu muda di Surabaya yang benjol dan terluka usai dianiaya suaminya sendiri di rumah kawasan Dukuh Menanggal. (Istimewa) - Image

Ibu muda di Surabaya yang benjol dan terluka usai dianiaya suaminya sendiri di rumah kawasan Dukuh Menanggal. (Istimewa)

JawaPos.com – Seorang ibu muda berinisial SPSH alias Sella (28), warga Dukuh Menanggal, Surabaya, melaporkan suaminya sendiri, WA (26), ke Polrestabes Surabaya atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam insiden tersebut, Sella mengaku dianiaya hingga mengalami luka lebam di bagian kepala dan tubuh.

Peristiwa itu bermula dari cekcok rumah tangga yang terjadi sejak pertengahan Juni. Menurut pengakuan Sella, ia sempat pulang ke rumah orang tuanya di Rungkut Lor bersama kedua anaknya sejak Sabtu (14/6), karena suaminya saat itu sedang bekerja serabutan di Madura.

“Awalnya kami baik-baik saja. Saya pulang dan pamitan ke suami,” ujar Sella, Selasa (24/6).

Masalah mulai memuncak saat terjadi perselisihan soal uang yang pernah diberikan suaminya. Sella mengatakan sempat menyampaikan keinginannya untuk berpisah, namun suaminya justru menyetujuinya sambil melontarkan kata-kata menyakitkan.

“Dia bilang jijik sama saya, gak butuh saya lagi. Sejak itu saya putuskan bawa anak-anak tinggal di rumah orang tua,” katanya.

Pada Kamis (19/6) siang, anak pertamanya mengalami demam. Sella kemudian membawa anaknya ke rumah suaminya di kawasan Dukuh Menanggal sekitar pukul 16.30 WIB. Di sana, ia mendapati suaminya sedang menelepon seseorang sambil tertawa-tawa. Ketika ia mencoba mengambil ponsel sang suami, pertengkaran pun pecah.

“Awalnya saya hanya ingin tahu siapa yang ditelpon. Tapi dia menolak kasih HP-nya. Saya didorong, lalu tiba-tiba dipukul pakai tangan kosong,” ungkapnya.

Sella mengatakan pemukulan terjadi di dalam rumah hingga ke luar rumah, bahkan saat ia tengah menggendong anaknya. Akibatnya, keningnya bengkak dan sempat mengeluarkan darah. Usai kejadian, Sella langsung melapor ke Polsek Gayungan, namun diarahkan ke Polrestabes Surabaya karena kasus KDRT ditangani oleh unit khusus.

“Saya melapor malam itu juga ke Polrestabes Surabaya dan langsung divisum,” katanya. “Saya tidak mau berdamai. Dia tidak pernah minta maaf sampai sekarang, padahal sudah viral,” lanjutnya. 

Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty membenarkan laporan tersebut. Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mendalami kasus tersebut.

“Betul, laporan sudah kami terima dan masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKP Rina.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore