
Kepala Dinas Pendidikan, Kota Surabaya, Yusuf Masruh. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Tewasnya seorang siswa SMPK Angelus Custos Surabaya berinisial SSH, 15 tahun, karena tersengat listrik di rooftop sekolah, belakangan ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat Kota Surabaya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan bahwa dia telah bertemu dengan para kepala sekolah. Salah satu yang dibahas adalah soal pengetatan SOP.
"Tadi saya sudah bertemu dengan kepala sekolah, cobalah kita ketati SOP di sekolah masing-masing. Biar tidak fitnah, maka SOP sekolahnya libur, harapan kami ya (siswa di sekolah tersebut) libur," tutur Yusuf, Jumat (16/5).
Namun, Yusuf menegaskan bahwa setiap sekolah memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, mengenai pengetatan SOP, Dispendik Kota Surabaya menyerahkan ini ke masing-masing sekolah.
"Kembali ke sekolah, karakternya sekolah itu nggak sama. Variatif banget. Ada sekolah, kaya libur puasa itu ada kegiatan ngaji di sekolah, masa saya mau ngelarang. Ini imbauan saja, teman-teman sekolah menyesuaikan," imbuhnya.
Kalaupun pihak sekolah memperbolehkan siswa untuk beraktivitas di lingkungan sekolah ketika libur, Yusuf Masruh meminta agar kegiatan tersebut didampingi oleh pihak sekolah, misalnya guru.
"Yang terpenting, anak itu harus didampingi. Tapi misal kalau guru dan sekolah sepakat (saat libur), 'hai nak, ada kegiatan ngaji', ya disepakati, tetapi harus ada pendampingan," seru Yusuf.
Sebelumnya, nasib malang dialami oleh siswa SMPK Angelus Custos Surabaya berinisial SSH, 15 tahun. Ia tewas usai tersengat listrik di rooftop SMAK Frateran Surabaya pada Jumat (28/5). Tepat di Hari Raya Nyepi.
Insiden tersebut terjadi saat SSH dan empat temannya hendak berlatih untuk ujian praktek Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah.
Rekaman CCTV menunjukkan bahwa saat memanjat pagar besi pembatas, SSH diduga menginjak kabel listrik AC yang terkelupas dan berada di genangan air, menyebabkan dirinya tersengat listrik.
"Dari CCTV terlihat, SSH sempat berteriak dirinya kesetrum sambil memegang pagar besi, namun teman-temannya sempat mengira ia hanya bercanda," ujar Ketua Dewan Pembina IKA Frateran, Tjandra Sridjaja.
Melihat SSH tidak bergerak, teman-temannya segera berteriak meminta pertolongan. Pihak sekolah dan satpam langsung membawa SSH ke Rumah Sakit Adi Husada Undaan. Sayang, nyawanya tak tertolong.
Atas insiden ini, Ayah korban, Tanu Hariadi melaporkan pihak sekolah ke Polrestabes Surabaya pada Sabtu (10/5). Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLPM/549/IV/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
