Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 07.35 WIB

Batal Berangkat ke Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Tulungagung Meninggal Dunia di RS Haji Surabaya

Rombongan jemaah haji asal Tulungagung saat tiba di Asrama Embarkasi Surabaya, Kamis (1/5). (Humas PPIH Embarkasi Surabaya) - Image

Rombongan jemaah haji asal Tulungagung saat tiba di Asrama Embarkasi Surabaya, Kamis (1/5). (Humas PPIH Embarkasi Surabaya)

JawaPos.com - Seorang jamaah haji asal Tulungagung, Jawa Timur dikabarkan meninggal dunia di RSUD Haji. Kabar duka ini disampaikan oleh Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Akhmad Sruji Bahtiar.

Sruji menyampaikan jamaah haji yang meninggal dunia adalah Isdiyono Taslim Atmo Suwito, 60 tahun. Ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 3 dan tiba di Asrama Embarkasi Surabaya pada Kamis (1/5) pukul 11.00 WIB.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kami menyampaikan kabar duka, seorang jamaah kloter 3, Isdiyono Taslim Atmo Suwito telah meninggal hari ini pada pukul 08.18 WIB di RS Haji Surabaya," tutur Sruji, Minggu (4/5).

Sruji menuturkan bahwa Isdiyono berangkat haji bersama sang istri, Sunarmi Mrakih, 57 tahun. Keduanya dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Jumat (2/5) pukul 11.40 WIB. 

Namun, keberangkatan Isdiyono terpaksa ditunda karena kondisi kesehatannya yang tidak layak terbang. Sebab tidak lama setelah tiba di asrama, jamaah berusia 60 tahun itu dilarikan ke RSUD Haji karena TBC yang dideritanya.

Tidak hanya Isdiyono, Sruji mengabarkan bahwa sang istri, Sunarmi juga batal berangkat ke Tanah Suci. Selama tiga hari dirawat di RSUD Haji, Sunarmi setia menemani Isdiyono hingga embusan napas terakhirnya.

"Kami turut berbela sungkawa. Semoga beliau ditempatkan di surga dan keluarga diberi ketabahan," imbuh Sruji yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, jenazah Isdiyono telah dipulangkan ke kediamannya di Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, Isdiyono dikebumikan keluarga pada Minggu malam.

Sruji memastikan bahwa jamaah haji yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan atau asuransi kematian yang akan diberikan kepada ahli waris. Nilainya sebesar Rp 96 juta.

"Jamaah yang meninggal dunia akan dapat asuransi kematian. Beliau (Isdiyono) sudah berangkat dari daerah ke Embarkasi Surabaya, otomatis asuransinya turun meski belum berangkat ke Tanah Suci," tukas Sruji. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore