
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat saat mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyegel gudang UD Sentoso Seal, Selasa (22/4). (NOVIA HERAWATI/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat buka suara terkait belasan korban dugaan penahanan ijazah UD Sentoso Seal, yang beralamat di Pergudangan Suri Mulia Permai Blok H-14, kawasan Margomulyo, Surabaya.
Ia menuturkan bahwa pihaknya belum menerima laporan kepolisian dari para korban. Saat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendampingi 19 mantan karyawan UD Sentoso Seal ke Mapolres, Kamis (17/4) lalu adalah untuk audiensi.
"Jadi sampai saat ini, pihak kuasa hukum karyawan sudah memberikan satu somasi ke UD Sentoso Seal," ucap AKBP Hidayat saat mendampingi Wali Kota Eri menyegel gudang UD Sentoso Seal, Selasa (22/4).
Artinya, belum ada proses penyelidikan karena Polres Pelabuhan Tanjung Perak belum menerima laporan apa pun. "Sementara belum, petunjuk dari kuasa hukum akan diberikan somasi terlebih dahulu," imbuhnya.
Kasus dugaan penahanan ijazah yang menyeret UD Sentoso Seal mencuat, setelah konten sidak Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji ke UD Sentoso Seal di kawasan Margomulyo, viral di media sosial.
Armuji memutuskan untuk sidak usai mendapat laporan dari korban bernama Nila Handiarti. Ia mengaku ijazahnya ditahan UD Sentoso Seal Usut punya usut, tidak hanya Nila, tetapi ada 31 pekerja yang ijazahnya ditahan.
Didampingi Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Achmad Zaini, Nila resmi melaporkan UD Sentoso Seal ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin (14/4). Namun tidak lama kemudian, Nila mencabut laporannya dan membuat laporan baru ke Polda Jatim.
Saat ini, gudang UD Sentoso Seal disegel oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lantaran tidak memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG). Dari
Pantauan lokasi, gerbang gedung berwarna biru itu dipasangkan Satpol PP Line.
Selain itu, stiker tanda silang bertuliskan "Disegel Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian" juga tertempel di gerbang gudang UD Sentoso Seal.
Wali Kota Eri menyebut penyegelan ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait temuan UD Sentoso Seal tak memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG).
"Saya selalu katakan, siapa pun yang mau berusaha di Surabaya harus berizin dan jangan buat gaduh. Dan ternyata perusahaan ini tidak ada tanda daftar gudangnya, sehingga hari ini kami tutup," tutur Eri. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
