
Ilustrasi Pilwali Surabaya. Dok. JawaPos
JawaPos.com – Bawaslu meminta KPU Surabaya untuk membuka kembali perpanjangan pendaftaran bakal calon kepala daerah (bacakada) yang seharusnya ditutup Minggu (1/9). Sebab, Bawaslu menilai tahapan itu berjalan tidak sesuai dengan juknis yang terdapat pada Peraturan KPU (PKPU) 10/2024 tentang Pencalonan Kepala Daerah pada Pilkada.
Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Surabaya Eko Rinda mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat teguran kepada KPU Surabaya. Isinya, KPU diminta mengganti jadwal perpanjangan pendaftaran bacakada.
”Di juknis KPU diminta mengumumkan dan menyosialisasikan perpanjangan pendaftaran terlebih dahulu.Tapi, itu tidak dilakukan,” ucap Eko.
Jadwal Perpanjangan Pendaftaran Bacakada Diganti
Menurut Eko, surat teguran itu sudah ditindaklanjuti oleh KPU. Jadwal perpanjangan pendaftaran bacakada diubah. Semula 30 Agustus–1 September diganti menjadi 2–4 September. ”Jeda waktu digunakan untuk sosialisasi dan pengumuman,” jelas Eko.
Perpanjangan pendaftaran bacakada itu merujuk pada aturan KPU RI. Bila jumlah pendaftarnya hanya satu pasangan calon (paslon), KPU diminta menambah waktu pendaftaran bacakada.
Pertimbangan lainnya, Bawaslu menemukan tiga partai politik (parpol) pengusul pasangan Eri Cahyadi-Armuji tidak memenuhi syarat. Bawaslu meminta ketiganya mengubah status sebagai partai pendukung. ”Kami terus awasi agar prosesnya tetap mematuhi juknis yang sudah ditetapkan,” tegas Eko.
Respons KPU
Hingga berita ini selesai ditulis, KPU Surabaya belum memberikan pernyataan terkait perubahan jadwal perpanjangan pendaftaran bacakada. KPU tidak menjawab ketika dimintai konfirmasi. Saat didatangi di kantor KPU, tidak ada komisioner yang bersedia memberikan penjelasan.
Hasil Tes Kesehatan Eri-Armuji
Hasil tes kesehatan pasangan Eri-Armuji belum keluar hingga kemarin. Pihak KPU memberikan deadline hingga 2 September bagi RSUD dr Soewandhie untuk menyelesaikan hasil pemeriksaan tersebut.
Dirut RSUD dr Soewandhie Billy Daniel Mesakh menyatakan, pemeriksaan hasil tes kesehatan paslon Eri-Armuji hampir rampung. Rencananya, kata dia, hari ini hasilnya sudah keluar dan diambil oleh KPU Surabaya. Dia memastikan RSUD Soewandhie tetap profesional.
”Yang disampaikan ke KPU hanya ada dua istilah, mampu dan tidak mampu. Soal hasil pemeriksaan medis dan lainnya menjadi kerahasiaan kami dan pasien,” ujarnya.
Menurut Billy, selain paslon Eri-Armuji, pihaknya juga menggelar tes kesehatan bacakada Kabupaten Trenggalek. Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan kemarin.
”KPU bisa memilih mana saja dan ternyata di sini (RSUD Soewandhie) yang dianggap mampu dan menjadi rujukan oleh KPU Trenggalek,” jelasnya. (gal/c6/aph)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
