
BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Pulau Bawean.
JawaPos.com–BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) di Pulau Bawean Kabupaten Gresik.
Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan Rully Oktavia Hermawan menjelaskan, kegiatan itu memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai bagian dari fungsi BMKG Stasiun Geofisika Pasuruan untuk menyampaikan informasi gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat. Melalui kegiatan SLG memastikan bahwa informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dapat dipahami dan ditindaklanjuti seluruh stakeholder/pemangku kepentingan dalam penanganan dan penanggulangan bencana alam Gempa Bumi.
Kedua, lanjut dia, membangun kerja sama yang baik antara BMKG, BPBD, Kecamatan Sangkapura, Kecamatan Tambak, TNI/Polri, sekolah, dan perangkat desa hingga ke masyarakat.
”Ketiga, membangun kesiapsiagaan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan cara mitigasi yang benar sebelum, saat, dan setelah bencana,” terang Rully.
Bawean dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan daerah yang terdampak gempa bumi 5,9 Magnitude pada 22 Maret yang meliputi Bawean, Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro, Pamekasan, dan Banjar Baru.
”Kejadian Gempa Bumi Bawean disyukuri dengan tidak adanya korban jiwa,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Drs Sukardi MM.
Sebelum pelaksanaan kegiatan SLG Bawean, Rombongan BMKG Jawa Timur melakukan kunjungan dan silaturahmi bersama sekretaris daerah untuk menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan SLG. Dalam pertemuan dilakukan penyerahan Peta Seismisitas Kegempaan Bawean. Juga disampaikan aktivitas kerja sama BMKG Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Gresik.
”Selama ini telah melakukan sosialisasi melalui BMKG Goes To School ke sekolah-sekolah di Bawean. Juga penyebaran informasi melalui Podcast Dinas Kominfo Kabupaten Gresik,” papar Sukardi.
Kegiatan SLG diikuti peserta perwakilan BPBD Kabupaten Pasuruan, perangkat kecamatan/desa, perangkat sekolah, perangkat organisasi dan keagamaan.
Peserta sekolah lapang gempa bumi sangat berterima kasih atas kegiatan itu. Sebab, menambah ilmu tentang gempa bumi, sejarah kegempaan dan tsunami. Pesefrta juga mendapat pengetahuan apa yang harus di lakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa bumi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
