Umat Hindu mengarak Ogoh-Ogoh di Surabaya, Minggu (10/3), menyambut Hari Raya Nyepi.
JawaPos.com–Pemkot Surabaya sambut puncak Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 dengan menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Taman Surya, Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (10/3). Kegiatan pawai seni itu merupakan pertama kali digelar pemkot di Balai Kota Surabaya. Sebanyak 7 Ogoh-Ogoh pun diarak mengelilingi kantor Pemkot Surabaya.
Ribuan umat Hindu serta warga menyaksikan ritual Ogoh-Ogoh memadati Balai Kota Surabaya. Mereka menyaksikan pesona Pawai Seni Ogoh-Ogoh. Hal itu makin menegaskan bahwa Balai Kota Surabaya merupakan rumah toleransi. Semua agama dan budaya bisa merayakan momen penting di Balai Kota Surabaya.
Pawai Seni Ogoh-Ogoh dimulai pukul 14.00 WIB. Umat Hindu membawa patung Ogoh-Ogoh keliling dari Jalan Wali Kota Mustajab - Jalan Sedap Malam - Jalan Jimerto - Jalan Jaksa Agung Suprapto. Seusai pawai, Ogoh-Ogoh dibawa menuju Pura Segara, Kenjeran, untuk dilaksanakan prosesi selanjutnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, setelah menggelar perayaan Natal pada 11 Januari serta Perayaan Cap Go Meh pada 25 Februari, pemkot bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya gelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946.
”Alhamdulillah dengan PHDI melaksanakan Pawai Ogoh-Ogoh dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Sebab, Balai Kota ini adalah rumah semua agama, rumah gotong royong, dan rumah toleransi. Insya Allah di Balai Kota akan saya lakukan (perayaan) terus seperti ini sehingga akan muncul rasa persaudaraan, saling menghormati, dan semakin kental bahwa kita adalah satu keluarga besar,” kata Wali Kota Eri.
Wali Kota Eri menegaskan, tahun depan, pemkot akan lebih mematangkan setiap kegiatan keagamaan dan budaya di Balai Kota Surabaya.
”Insya Allah akan lebih besar lagi dari tahun ini. Seperti Pawai Ogoh-Ogoh ini yang pertama kali karena seluruh panitia dan Pemkot Surabaya masih baru mencoba di lapangan dan melakukan pemetaan,” tegas Eri.
Pemkot Surabaya akan menggaungkan gelaran perayaan agama dan budaya sehingga akan lebih banyak lagi warga yang datang ke Balai Kota Surabaya. Salah satunya Pawai Seni Ogoh-Ogoh yang bukan hanya menjadi perayaan keagamaan umat Hindu, melainkan bagian dari budaya Indonesia yang bisa dinikmati seluruh masyarakat.
”Setelah mengerti antusias begini, kita akan umumkan sebulan sebelumnya. Insya Allah tahun depan dalam menyambut Hari Raya Nyepi juga akan diadakan prosesi Tawur Agung, Upacara Melasti, dan Upacara Pecaruan. Semuanya di Balai Kota,” terang Eri.
Ketua PHDI Kota Surabaya Ketut Gotra Astika menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri beserta jajaran mempererat Bhineka Tunggal Ika melalui Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Balai Kota Surabaya. Meskipun dengan persiapan singkat, gelaran itu mendapat antusiasme dari warga Kota Surabaya sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.
”Kami atas nama umat Hindu Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas segala perhatian untuk umat Hindu Kota Surabaya. Kami mendapatkan kehormatan luar bisa karena diizinkan melaksanakan Pawai Ogoh-Ogoh di Balai Kota dan sekitarnya,” kata Ketut Gotra Astika.
Sementara itu, I Putu Mahendra Dharmawan Putra, warga Manyar Surabaya menuturkan Kota Surabaya semakin menunjukkan diri sebagai kota toleransi yang ramah akan keberagaman agama dan kebudayaan. Salah satunya adalah umat Hindu yang mendapatkan ruang untuk melaksanakan prosesi keagamaan dan budaya di Balai Kota Surabaya.
”Warga Surabaya bisa merasakan suasana menyambut Hari Raya Nyepi. Ini adalah kegiatan positif karena Surabaya ramah atas keberagaman, masyarakat Bali dan umat Hindu mendapat apresiasi dan mendapat ruang melaksanakan prosesi keagamaan dan budaya di Balai Kota,” kata I Putu Mahendra Dharmawan Putra.
Dian, warga Menganti, Kabupaten Gresik, mengatakan, gelaran Pawai Seni Ogoh-Ogoh di Balai Kota Surabaya merupakan bentuk kerukunan umat beragama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
