
Kabidlabfor Polda Jawa Timur Kombespol Sodiq Pratomo.
JawaPos.com–Kabidlabfor Polda Jawa Timur Kombespol Sodiq Pratomo membeberkan hasil penyidikan sementara oleh timnya. Polda menurunkan petugas di TKP ledakan bahan peledak di Jalan Gresikkan Surabaya.
Dia mengatakan, ada beberapa bahan yang ditemukan dan mengindikasikan bahan mudah meledak. Bahan-bahan itu masuk ke dalam kelompok mercon atau bondet. ”Digolongkan low explosive,” ujar Sodiq Pratomo.
Kendati demikian, menurut dia, justru sifat low explosive itu riskan meledak karena sensitif terhadap beberapa gerakan, panas, hingga tekanan.
”Jika high explosive justru lebih aman tidak terlalu sensitif,” kata Sodiq saat preskon di Jalan Gresikkan Mako Brimob Polda Jawa Timur.
Analisis sementara dan menguat, lanjut dia, mungkin karena suasana hujan dan barang peledak itu baru masuk. Kemudian area sekitar juga lembap karena hujan. Alhasil reaksi kimia muncul.
”Terkena panas sekitar pukul 10.00. Secara teori yang menguat itu,” terang Sodiq.
”Seperti juga kejadian yang sebelumnya memicu getaran dan panas serta tekanan. Kesimpulan sementara kondisi lembap sinar matahari lembap terjadi reaksi kimia timbul ledakan,” tambah Sodiq Pratomo.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
