Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 23.26 WIB

Penampakan Tanggul di Pakal Madya dan Tengger Raya, Ide Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Atasi Banjir

Satgas DSDABM Kota Surabaya membangun tanggul di Jalan Pakal Madya dan Jalan Tengger Raya, Benowo. - Image

Satgas DSDABM Kota Surabaya membangun tanggul di Jalan Pakal Madya dan Jalan Tengger Raya, Benowo.

JawaPos.com–Puluhan Satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya dikerahkan untuk membangun tanggul di Jalan Pakal Madya dan Jalan Tengger Raya, Benowo. Pembangunan tanggul di dua lokasi tersebut untuk mencegah banjir.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembangunan tanggul dilakukan di dua lokasi. Yakni Pakal Madya dan Jalan Tengger Raya, Benowo. Di Pakal Madya, pihaknya menggunakan sandbag atau karung pasir untuk menahan air sebelum memasang dinding tanggul permanen.

”Di Pakal Madya, kita buat sandbag  sampai dengan tinggi 1 meter. Jadi, mulai perbatasan Gresik sampai Kali Kluwung kita pasang sandbag, kalau sudah terpasang nanti kita langsung pasang dinding tanggul (permanen),” kata Wali Kota Eri saat meninjau pembangunan tanggul di Pakal Madya Surabaya, Selasa (20/2).

Menurut dia, dinding tanggul harus dibangun dengan fondasi yang kuat agar tidak mudah roboh. Namun, untuk mengantisipasi hujan yang bisa menyebabkan banjir, sandbag dipasang terlebih dahulu sebagai pengaman sementara di Pakal Madya.

”Karena dinding tanggul ini harus ada fondasi. Tapi untuk menanggulangi kalau ada hujan lagi, itu ada sandbag dulu. Nanti setelah sandbag terpasang, kita kurangi pasang tanggul (permanen). Jadi mengerjakan dinding tanggulnya nanti berjalan sambil bertahap,” jelas Eri.

Sementara itu, di Jalan Tengger Raya, Benowo, Wali Kota Eri menyebut, pembangunan tanggul bisa dilakukan lebih cepat karena sudah ada fondasi yang siap. Tanggul dari batu kuwung dengan tinggi sekitar 1 meter pun mulai terpasang di sana.

”Yang di Tengger Raya itu langsung dinding tanggul, karena sudah ada fondasi. Jadi buangan air dari Gresik itu langsung kita bisa tahan dengan dinding tanggul karena dia sudah ada fondasi, jadi lebih cepat,” tutur Eri.

Wali Kota Eri berharap, dengan tanggul itu, warga di dua lokasi tersebut, bisa terhindar dari banjir yang telah melanda sejak belasan tahun. Dia juga kembali meminta warga untuk melaporkan apabila terjadi genangan saat hujan.

”Saya selalu bilang kepada warga agar masukkan laporan (banjir) itu ke WAG Forkom (WhatsApp Grup Forum Komunikasi). Jadi saya minta untuk menyampaikan,” ucap Eri.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi menjelaskan, selain dibangun tanggul, Jalan Tengger Raya, Benowo, juga akan ditinggikan. Jalan tersebut akan ditinggikan antara 30-50 sentimeter dengan panjang sekitar 500 meter.

”Kalau tanggul sudah selesai kita tinggikan, jalannya sekitar 30-50 sentimeter. Jadi mulai Jembatan Tengger Raya (Perbatasan Benowo), itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter,” tutur Syamsul.

Dia menargetkan, pembangunan tanggul dan peninggian Jalan Tengger Raya, Benowo, bisa selesai dalam kurun satu bulan. ”Kita targetkan semua (Tengger Raya) satu bulan selesai, (tanggul) dan peninggian jalan,” terang Syamsul Hariadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore