Kendaraan macet mengular di sejumlah titik.
JawaPos.com–Sejumlah wilayah di Kota Surabaya tergenang pasca banjir hingga pagi hari. Kondisi itu menyebabkan kendaraan terjebak macet mengular.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya (DSDABM) Syamsul Hariadi mengatakan, sembilan wilayah terendam banjir usai hujan deras pada Senin (5/2).
Dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup) pada Kamis (8/2), Syamsul menilai, terdapat beberapa kendala berbeda di setiap lokasi. Misalnya, kapasitas pompa dan saluran yang tidak mampu menampung air hujan yang terjadi sekitar enam jam, mulai pukul 17.30 hingga 24.00.
”Laporan yang kami terima mulai dari Babat Jerawat-Benowo, Tanjung Sadari, Jalan Rajawali, Jalan Gresik, Krembangan, Manukan Lor, Dukuh Kupang, Margomulyo dan Tambak Osowilangun,” ujar Syamsul.
Dia mengaku telah mengoptimalkan Rumah Pompa Sumberejo. Mesin penyedot air terus beroperasi sejak hujan mengguyur kawasan tersebut. Namun hingga Selasa (6/2) pagi genangan air masih ada.
”Ada banyak faktor,” ujar Syamsul menjelaskan alasan kenapa air masih menggenang pasca banjir meski mesin pompa bekerja.
Syamsul menyebutkan sejumlah faktor penyebab terjadinya genangan. Mulai dari minimnya saluran, menyempitnya saluran akibat pembangunan akses jalan persil, hingga banyaknya sampah yang menghambat aliran menuju rumah pompa,
Selain itu, Syamsul juga mengatakan, terjadi kerusakan pada pompa dan pintu air akibat frekuensi penggunaan yang tinggi. Di kawasan Osowilangun Tambak, genangan terjadi karena saluran dan pompa tidak memadai. Kemudian faktor lain adalah konektivitas antar saluran yang belum memadai. Selain itu, belum selesainya konversi saluran irigasi ke drainase.
”DSADABM juga tidak tinggal diam dan hanya bergantung pada pengoperasian rumah pompa tersebut. Perawatan cepat untuk atasi genangan sudah dikerahkan,” ujar Syamsul Hariadi.
Sejumlah truk pompa dan Tim Satgas Rapid Reaction Unit (URC) dikerahkan DSDABM untuk meredam atau mengurangi genangan di sejumlah titik Kota Surabaya.
”Kami sudah menyiapkan upaya jangka panjang,” ujar Syamsul menjelaskan strategi DSDABM dalam atasi masalah pasca banjir tersebut.
Syamsul menambahkan, DSDABM akan membangun infrastruktur drainase. Proyek tersebut disesuaikan dengan kajian teknis dan ketersediaan anggaran. Tahun ini adalah salah satu prioritas.
”Pembangunan saluran di beberapa wilayah, Dukuh Kupang, Manukan, Petemon, Benowo, Mayjen Sungkono, dan Mulyosari. Karena semua jalan utama rawan genangan, dan merupakan permukiman padat penduduk. Kami juga memaksimalkan fungsi pompa,” jelas Syamsul.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, genangan disebabkan sistem drainase yang belum optimal. Sebab, masih dalam tahap pembangunan. DSDABM saat ini sedang mengerjakan saluran pengalihan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
