
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina.
JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan sejumlah langkah antisipasi mencegah munculnya pneumonia misterius di Kota Pahlawan. Pemkot mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pneumonia misterius.
”Untuk kasus di Kota Surabaya, sampai dengan saat ini belum ada laporan terkait temuan kasus yang diduga karena pneumonia misterius,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina, Kamis (7/12).
Meski belum ditemukannya kasus pneumonia misterius di Kota Surabaya, Nanik menjelaskan, sejumlah langkah antisipasi dilakukan Dinkes Kota Surabaya. Di antaranya mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) se-Kota Surabaya agar meningkatkan upaya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan pendekatan humanis.
”Meningkatkan kewaspadaan dini, serta meningkatkan standar dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh fasyankes terutama terhadap kasus yang dicurigai pneumonia,” jelas Nanik.
Dinkes Kota Surabaya juga terus menyebarluaskan informasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia misterius dan pentingnya Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program imunisasi nasional yang diberikan sebanyak 2 (dua) kali pada usia 2-11 bulan dan 1 (satu) kali pada usia 12-24 bulan. Itu sebagai upaya pencegahan penyakit pneumonia melalui fasyankes di masing-masing wilayah.
”Mengimbau kepada fasyankes untuk melaporkan setiap penemuan kasus yang dicurigai pneumonia misterius ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam waktu kurang dari 24 jam,” ujar Nanik.
Dia mengimbau kepada masyarakat, apabila seseorang yang mempunyai riwayat perjalanan ke negara/wilayah terjangkit dan mempunyai gejala sakit pneumonia, seperti batuk kering atau berdahak, demam >38 derajat Celsius, sesak napas, nyeri dada ketika bernapas, kelelahan, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan diare, untuk segera melapor dan berobat ke fasyankes terdekat.
”Kami juga melakukan pemantauan perkembangan kasus dan negara terjangkit di tingkat global melalui website resmi Kementerian Kesehatan, yaitu https://kemkes.go.id/,” terang Nanik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
