Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 23.30 WIB

Pemkot Surabaya Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi Cegah Munculnya Pneumonia Misterius

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina. - Image

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina.

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya melakukan sejumlah langkah antisipasi mencegah munculnya pneumonia misterius di Kota Pahlawan. Pemkot mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pneumonia misterius.

”Untuk kasus di Kota Surabaya, sampai dengan saat ini belum ada laporan terkait temuan kasus yang diduga karena pneumonia misterius,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina, Kamis (7/12).

Meski belum ditemukannya kasus pneumonia misterius di Kota Surabaya, Nanik menjelaskan, sejumlah langkah antisipasi dilakukan Dinkes Kota Surabaya. Di antaranya mengeluarkan surat edaran (SE) kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) se-Kota Surabaya agar meningkatkan upaya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan pendekatan humanis.

”Meningkatkan kewaspadaan dini, serta meningkatkan standar dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh fasyankes terutama terhadap kasus yang dicurigai pneumonia,” jelas Nanik.

Dinkes Kota Surabaya juga terus menyebarluaskan informasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit pneumonia misterius dan pentingnya Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program imunisasi nasional yang diberikan sebanyak 2 (dua) kali pada usia 2-11 bulan dan 1 (satu) kali pada usia 12-24 bulan. Itu sebagai upaya pencegahan penyakit pneumonia melalui fasyankes di masing-masing wilayah.

”Mengimbau kepada fasyankes untuk melaporkan setiap penemuan kasus yang dicurigai pneumonia misterius ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam waktu kurang dari 24 jam,” ujar Nanik.

Dia mengimbau kepada masyarakat, apabila seseorang yang mempunyai riwayat perjalanan ke negara/wilayah terjangkit dan mempunyai gejala sakit pneumonia, seperti batuk kering atau berdahak, demam >38 derajat Celsius, sesak napas, nyeri dada ketika bernapas, kelelahan, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan diare, untuk segera melapor dan berobat ke fasyankes terdekat.

”Kami juga melakukan pemantauan perkembangan kasus dan negara terjangkit di tingkat global melalui website resmi Kementerian Kesehatan, yaitu https://kemkes.go.id/,” terang Nanik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore