Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2023 | 23.29 WIB

Hambat Laju Inflasi di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

Ilustrasi pasar murah. - Image

Ilustrasi pasar murah.

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berjibaku menghambat laju inflasi untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok. Berbagai strategi telah dilakukan Pemkot Surabaya, mulai dari menggelar pasar murah, penanaman komoditas cabai serentak, hingga membuat Warung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, salah satu cara untuk menekan laju inflasi di Kota Surabaya adalah memberikan subsidi transportasi. Subsidi transportasi bukan hanya untuk menekan laju inflasi, akan tetapi juga untuk menyesuaikan harga bahan kebutuhan pokok dengan harga eceran tertinggi (HET).

Surabaya ini bukan penghasil, tapi penampung. Jadi Kota Surabaya ini mengambil (bahan kebutuhan pokok) dari tempat lain. Insya Allah yang kita lakukan adalah subsidi yang terkait dengan transportasi,” kata Wali Kota Eri, Sabtu (2/12).

Wali Kota Eri menyebutkan, ketika Kota Surabaya mengambil bahan kebutuhan pokok dari daerah lain dan ternyata harganya tinggi, akan dijual kembali sesuai dengan harga tengkulak.

”Contoh, umpama mengambil cabai dari Nganjuk harganya Rp 1.000, menjualnya juga Rp 1.000. Karena kita menyubsidi transportasinya, kita tidak bisa menyubsidi pupuk dan lain-lainnya, jadi itu yang dimaksimalkan,” sebut Eri.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu memastikan, harga sembako saat ini masih stabil di Kota Surabaya. Stabilnya harga sembako itu karena Pemkot Surabaya membuka Warung TPID di pasar-pasar.

Cak Eri menyebutkan, harga sembako seperti beras, minyak, dan gula, di Warung TPID disesuaikan dengan HET. Warung tersebut untuk menjaga harga bahan pokok bisa stabil.

”Kita berikan poster dan spanduk besar harganya sama dengan HET. Jadi kalau ada toko lain yang menjual itu (beras, minyak, dan gula) bisa membeli di Warung TPID,” sebut Eri.

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi kota/kabupaten month to month (m-to-m) per November, Kota Surabaya sebesar 0,26 persen. Sedangkan inflasi year on year (y-o-y) per November sebesar 3,31 persen.

Komoditas yang andil dalam inflasi m-to-m di Kota Surabaya pada November di antaranya cabai rawit, angkutan udara, cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, telur ayam ras, gula pasir, ikan mujair, apel, dan brokoli.

Sedangkan komoditas yang andil dalam deflasi m-to-m di Kota Surabaya pada November yakni bensin, daging ayam ras, melon, kacamata, tarif kendaraan roda 4 online, daging sapi, pembalut wanita, bawang putih, tomat, dan ayam hidup.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore