Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Oktober 2023 | 20.33 WIB

Polrestabes Surabaya Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap Dini Hingga Tewas

KORBAN: Potret Dini Sera Afrianti semasa hidup. - Image

KORBAN: Potret Dini Sera Afrianti semasa hidup.

JawaPos.com – Dini Sera Afrianti diduga tewas setelah dianiaya RN, pacarnya, di Blackhole KTV Rabu (4/10) dini hari. Hingga kemarin (5/10), penyidik memeriksa 15 saksi dan mendalami lima titik CCTV.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono menyatakan, perempuan 28 tahun itu tidak meninggal di tempat karaoke. Dia sempat diantar pacarnya pulang ke apartemen. Namun, kondisinya semakin memburuk. RN lantas membawanya ke rumah sakit (RS). Namun, nyawa Dini tidak terselamatkan.

”Kondisi korban sudah meninggal ketika sampai di rumah sakit,” ujarnya.

Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Untuk memastikan penyebab kematian, penyidik mengotopsi jenazah Dini. ”Hasilnya belum keluar,” kata Kasatreskrim yang menjabat sejak Rabu (27/9) tersebut.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi. Mulai RN, petugas keamanan tempat karaoke, sampai pengelola apartemen dan rumah sakit. Total, ada 15 saksi yang sudah diperiksa.

Selain itu, kata Hendro, penyidik mendalami lima CCTV yang terpasang di tempat karaoke dan apartemen. ”Dalam rangka mendapatkan petunjuk,” ungkapnya.

Berdasar keterangan saksi, korban dan pacarnya sempat cekcok di tempat karaoke. Petugas keamanan karaoke melihat Dini terkapar dalam kondisi tidak sadar di tempat parkir.

Dini disebut hampir ditinggalkan RN. Namun, dia kemudian dibawa ke mobil setelah dipaksa. Namun, Dini tidak didudukkan ke kursi. Dia justru dimasukkan ke bagasi mobil.

Hendro menegaskan, hasil otopsi akan menentukan tindak lanjut penyelidikan. Sebab, dari proses itu penyebab kematian bisa dipastikan. ”Belum ada penetapan tersangka sejauh ini,” jelasnya.

Sementara itu, Aryo, salah seorang karyawan Blackhole KTV, mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. ”Karena kami hanya sewa tenant,” ujarnya. Namun, pria itu membenarkan bahwa kepolisian telah melakukan pemeriksaan.

Marcomm Lenmarc Mall Kukuh Suharno mendukung penuh penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Menurut dia, polisi sudah memeriksa CCTV di mal. ”Banyak yang diperiksa,” katanya.

Blackhole KTV berada di lantai 3 mal. Di pintu masuk, terdapat satu CCTV aktif yang dijaga satu petugas sekuriti. Pengunjung yang hendak menuju ke RHU itu lebih banyak melalui lift mal.

Sementara itu, Dimas Yemahura, pengacara korban, menemukan indikasi penganiayaan yang dilakukan RN kepada korban. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya luka lebam di bagian tangan, kepala, kaki, hingga dada korban. ”Ada juga bekas cakaran di bagian muka bawah,” paparnya.

Menurut Dimas, korban dan pacarnya adu mulut di dalam room club. Dugaan tersebut diperkuat dengan video yang direkam RN. Saat korban terlihat terkapar di basemen, RN juga sempat ditanya petugas keamanan. ”Pura-pura tidak tahu,” katanya.

RN membawa Dini ke apartemennya. Sampai di apartemen, kondisi Dini makin kritis. RN dibantu pengelola apartemen membawa Dini ke salah satu rumah sakit swasta di wilayah barat. (edi/ata/c14/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore