Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 18.21 WIB

Kurang Peminat, Harga Tanah di FR-Jalan Darmo Surabaya Belum Naik Signifikan

JALAN PROTOKOL: Kendaraan melintas di depan pertokoan frontage road (FR) Jalan A. Yani kemarin (2/10). Harga tanah di kawasan FR belum normal akibat pandemi. - Image

JALAN PROTOKOL: Kendaraan melintas di depan pertokoan frontage road (FR) Jalan A. Yani kemarin (2/10). Harga tanah di kawasan FR belum normal akibat pandemi.

JawaPos.com – Meski lokasinya strategis, harga tanah di kawasan frontage road (FR) Jalan A. Yani dan Jalan Raya Darmo Surabaya tidak naik signifikan. Hal itu disebabkan minimnya investor atau peminat lahan tersebut.

Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jatim Rudy Sutanto mengatakan, harga tanah di FR berkisar Rp 25–35 juta per meter. Nominalnya memang tinggi, tapi belum optimal.

”Karena saat situasi normal, harganya bisa naik hingga Rp 10 juta per meternya. Belum stabilnya itu disebabkan minimnya peminat,” ucapnya kemarin (2/10).

Harga tanah di Jalan Darmo juga belum normal. Menurut dia, harga persil di Jalan Darmo berbeda-beda. Untuk arah masuk kota, harga per meternya lebih tinggi daripada yang lokasinya menuju luar kota (Darmo–Wonokromo).

Untuk kawasan Darmo yang mengarah ke dalam kota (Darmo–Polisi Istimewa), harga per meternya bisa tembus Rp 60 jutaan. Sedangkan Jalan Darmo yang mengarah ke luar kota berkisar Rp 40–50 jutaan. ”Peminatnya (yang masuk ke dalam kota) banyak,” jelasnya.

AREBI Jatim memprediksi selepas pemilu, investor mulai mencari tanah. Namun, kenaikan tanah tidak langsung signifikan, tapi bertahap.

Sementara itu, harga pasaran tanah di Surabaya sudah melebihi harga nilai jual objek pajak (NJOP). Pemkot sejatinya perlu merevisi NJOP agar di lapangan tidak terjadi permainan harga tanah. Selain itu, kenaikan NJOP menambah pendapatan daerah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pemkot belum berencana menaikkan NJOP. Ada banyak pertimbangannya. Salah satunya, beban masyarakat. ”Kami memberikan waktu bagi warga untuk menuntaskan bebannya dulu,” katanya.

Memang, pandemi sudah berlalu. Namun, saat ini warga masih berfokus memulihkan ekonomi. Itu terlihat dari animo masyarakat yang mengikuti program insentif pajak. ”Sehingga tahun ini belum ada perubahan NJOP,” papar Hidayat. (omy/gal/c7/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore