
Photo
JawaPos.com – Migrasi penduduk di Jatim belum merata. Indikatornya adalah njomplang-nya angka penduduk masuk antardaerah. Kawasan perkotaan atau industri masih jadi favorit para urban.
Hal itu terungkap dari hasil long-form sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim pada 2020. Tercatat, Sidoarjo menyumbang angka tertinggi migrasi masuk se-Jatim, mencapai 33,49 persen. ’’Artinya, lebih dari sepertiga penduduk Sidoarjo saat ini bukan lahir di sini,’’ ucap Fungsional Statistik Ahli Madya BPS Jatim Sunaryo di kantornya, Senin.
Sementara itu, urutan kedua angka migrasi masuk disumbang Kota Surabaya sebanyak 30,04 persen. Lalu, diikuti Kota Madiun sebesar 29,57 persen.
Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, tercatat ada 10 wilayah yang memiliki angka migrasi masuk di atas 20 persen. Sementara itu, 28 kabupaten/kota lain di bawah angka 16 persen.
Dalam kesempatan itu, BPS Jatim juga membeberkan efek dari perpindahan antarpenduduk kabupaten/kota. Berdasar hasil migrasi neto (selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar), ada 10 daerah yang memenuhi grafik positif. Artinya, migrasi antarkabupaten/kota itu menyumbang pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut.
Sementara itu, 20 kabupaten kota tercatat minus. Migrasi menyumbang berkurangnya jumlah penduduk. Migrasi neto negatif tertinggi terjadi di Kabupaten Pacitan. Angkanya minus 23,26 persen.
Daerah lain yang juga mengalami hal serupa adalah Kabupaten Madiun yang minus 22,34 persen. Lalu diikuti Ngawi, Ponorogo, Bangkalan, dan Blitar. ’’Inilah yang perlu menjadi pekerjaan rumah bagi Jatim ke depan,’’ ucapnya.
Menurut dia, kemajuan daerah perlu didorong agar perpindahan penduduk, terutama dari perdesaan ke perkotaan, bisa ditekan. ”Dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat perlu dimaksimalkan guna memajukan ekonomi daerah,” katanya.
Sunaryo menyebutkan, secara statistik, sebenarnya terjadi penurunan angka migrasi antara pelaksanaan sensus 2020 dan sensus 2010. Namun, jika dibandingkan dengan sensus empat dekade sebelumnya, migrasi pada sensus 2020 tercatat mengalami kenaikan.
DAERAH DENGAN MIGRASI MASUK TERTINGGI DI JATIM
Sidoarjo | 33,49 persen
Kota Surabaya | 30,04 persen
Kota Madiun | 29,57 persen
Kota Mojokerto | 29.21 persen
Kota Malang | 24,37 persen
Sumber: BPS Jatim

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
