Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Desember 2022 | 06.24 WIB

Kembali Sidak Rumah Sakit, Aplikasi E-Health Mandek

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di RSUD BDH. Pemkot Surabaya for Jawa Pos - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di RSUD BDH. Pemkot Surabaya for Jawa Pos

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali melakukan pengecekan pelayanan di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Pengecekan tersebut dilakukannya selepas meninjau hasil evaluasi perbaikan pelayanan di RSUD Soewandhie pada Kamis (8/12).

Dari sidak itu, terdapat sejumlah catatan dari hasil pengecekan yang dilakukan di RSUD BDH Surabaya. Sejumlah catatan itu di antaranya adalah soal kenyamanan penyejuk udara atau air conditioner (AC).

”Bersama RSUD Soewandhie, satu terkait dengan AC. Karena ini (ruangan) terbuka, makanya tadi saya minta (RSUD BDH) untuk ditutup (supaya) AC lebih dingin,” kata Eri.

Selain terkait kenyamanan penyejuk udara, Eri meminta supaya jumlah kursi di dalam ruangan RSUD BDH Surabaya disesuaikan dengan pasien yang datang. Harapannya, tidak banyak kursi yang kosong sehingga ruangan akan lebih luas dan nyaman.

”Sehingga yang di dalam (ruangan) benar-benar diatur, sehingga ruangannya lebih luas, tidak banyak kursi begini. Terus (pasien) yang lain kalau menunggu masuk, dia harus menunggu di luar (ruang tunggu),” ujar Eri.

Eri berpesan kepada para pengunjung atau pasien yang datang agar dapat menyesuaikan dengan jam antrean. Pasalnya, dia beberapa kali menemui warga yang mendaftar antrean untuk mendapatkan layanan pukul 10.00 namun datang pukul 06.00 WIB.

”Ini yang terjadi sehingga pelayanan jadi kacau, seakan-akan jadi lama. Tapi Alhamdulillah sekarang setelah ini dijalankan, posisinya jauh berkurang, maka jam 11.00 WIB sudah pada selesai, karena lebih teratur orangnya,” jelas Eri.

Dalam pengecekannya itu, juga menemukan adanya warga yang mengisi sistem pendaftaran pelayanan selama 30 hari penuh. Padahal, orang tersebut tidak datang pada hari dan waktu yang telah ditentukan dalam aplikasi pendaftaran e-health.

”Saya bilang kita bisa lihat itu lewat aplikasi, blokir orangnya. Ternyata diblokir itu ada 50 orang dan orangnya datang minta dibuka blokir. Saya minta (orang itu) untuk buat pernyataan, kalau saya tidak datang maka saya membatalkan. Kalau ternyata saya tidak datang dan tidak membatalkan, maka saya siap diblokir sampai satu bulan,” papar Eri.

Eri pun meminta ke depan warga atau calon pasien tidak asal mendaftar lalu membatalkan. Sebab, hal tersebut justru akan merugikan orang lain yang benar-benar ingin mendapatkan pelayanan di RSUD BDH.

”Kalau dia mendaftar begitu, dia merugikan orang lain yang mau daftar nomornya jadi ke belakang. Nah ini apa, ayo sama-sama Surabaya ini guyub-rukun, jangan merugikan orang lain dengan pola yang kita buat, bayangkan kalau ini terjadi pada diri kita,” ucap Eri.

Tak hanya itu, Eri juga menyarankan manajemen RSUD BDH untuk memasang televisi di ruangan tunggu. Dengan begitu, warga yang datang tidak bosan saat menunggu giliran mendapatkan pelayanan.

”Sama dengan (RSUD Soewandhie), nanti RSUD BDH juga dikasih TV agar tidak stres saat menunggu,” ujar Eri.

Wali kota memastikan ruangan di RSUD BDH dilakukan penataan dengan penambahan hiasan. Seperti di antaranya menyesuaikan jumlah kursi pengunjung serta pemasangan hiasan dinding.

”Sehingga ruangan ini akan jadi lebih luas, kita bisa berikan tulisan-tulisan atau hiasan dinding sehingga orang berobat akan merasa nyaman,” imbuh Eri.

Terakhir, Eri menjanjikan bakal mengembangkan aplikasi e-health. Sebab, dari hasil evaluasinya di lapangan, sistem pendaftaran online belum dilengkapi barcode ketika tidak di-print oleh calon pasien.

”Ini lagi kita buat untuk barcode-nya. Nah untuk (sementara) mempercepat itu, saya minta yang tugas di luar dengan name tag-nya dia (pasien) dimasukkan, maka dia ada pilihan mana saja (poli atau dokter), kalau memang jam masuk itu di-klik untuk mempercepat,” ucap Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore