Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 05.30 WIB

Temu Nasional Jaringan Gusdurian 2022 Digelar di Surabaya

Alissa Wahid pada pembukaan acara Temu Nasional Jaringan Gusdurian 2022. Grace Natashia/JawaPos.com - Image

Alissa Wahid pada pembukaan acara Temu Nasional Jaringan Gusdurian 2022. Grace Natashia/JawaPos.com

JawaPos.com–Jaringan Gusdurian melaksanakan Temu Nasional (Tunas) Gusdurian 2022 pada 14-16 Oktober. Acara itu diawali dengan ziarah ke makam Gusdur di Jombang pada Jumat (14/10). Pembukaan acara kemudian dilaksanakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan dihadiri Gubernur Jawa Timur dan para tokoh agama.

Ketua Panitia Mukhibullah menyatakan, acara Tunas Gusdurian itu merupakan ruang pertemuan bagi individu, komunitas, maupun lembaga jaringan Gusdurian untuk bersama-sama menguatkan intensitas gerakan dan meneguhkan spirit kebangsaan seperti tema yang diambil pada tahun ini. Acara tahun ini dihadiri sekitar 1.300 peserta dan 155 komunitas jaringan Gusdurian dari berbagai daerah di Indonesia.

Koordinator Seknas Jaringan Gusdurian Jay Akhmad menyatakan, jaringan Gusdurian hadir untuk mendiseminasikan nilai, pikiran, dan perjuangan Gusdur. Hal itu dilakukan dengan berbagai upaya, salah satunya dengan melakukan kampanye terhadap narasi-narasi buruk di media sosial terutama terkait dengan ekstremisme.

”Tentu Gusdurian bukanlah penyelamat masyarakat, tapi Gusdurian bisa menjadi teman bagi masyarakat,” tutur Jay Akhmad.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga merupakan seorang murid Gusdur turut menghadiri acara pembukaan ini. Gusdur merupakan sosok game changer dalam bidang membangun pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan.

”Temu nasional ini diharapkan dapat menjadi momentum lahirnya game changer baru penerus perjuangan Gusdur. Pertemuan kali ini dilaksanakan di Surabaya, kota pahlawan, di Jawa Timur, bumi Majapahit. Dari bumi Majapahit inilah kata bhinneka tunggal ika diperkenalkan. Maka sesungguhnya, kalau kita ingin menggali roh pluralisme, roh kemanusiaan, roh demokrasi yang diajarkan Gusdur, tempat ini adalah tempat yang sangat tepat untuk membangun revitalisasi gerakan Gusdurian,” kata Khofifah.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid memaparkan, jaringan itu sudah berhasil meraih berbagai penghargaan. Di antaranya Asia Democracy and Human Rights Award pada 2018, Anugerah Revolusi Mental pada 2020, dan Best Social Media Movement pada 2021.

”Semua hasil kerja keras seluruh Gusdurian di berbagai daerah. Kalau Gusdur itu ibarat kayu jati yang umurnya ratusan tahun, Alissa itu sebatang lidi, gampang dipatahkan, tidak punya banyak kekuatan. Tapi Alissa bisa mencari lidi-lidi yang lain, para murid Gusdur, orang-orang yang satu gagasan dengan Gusdur, orang-orang yang ingin memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang. Maka kami mulai menghimpun lidi-lidi dan sekarang kita punya lidi yang ada di seluruh dunia,” ungkap Alissa.

Alissa menambahkan kekuatan terbesar jaringan Gusdurian bukan sumber daya material, melainkan komitmen dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Gusdur bukan sosok yang sempurna, tetapi para Gusdurian dapat memilih untuk mengambil inspirasi untuk terus bergerak.

”Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih teman-teman sudah menemani ibu, saya, dan adik-adik saya merawat perjuangan Gusdur untuk Indonesia,” kata Alissa.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore