Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 September 2022 | 02.59 WIB

Konser Virtual Belum Mampu Saingi Euforia Konser Langsung

Musisi Isyana Sarasvati kiri tampil di konser Simfoni Untuk Bangsa di Jakarta Concert Hall, Jakarta, Sabtu (27/8/2022). Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Resonanz Music Studio arahan Avip Priatna yang didukung oleh www.Indonesiakaya.com menggelar kon - Image

Musisi Isyana Sarasvati kiri tampil di konser Simfoni Untuk Bangsa di Jakarta Concert Hall, Jakarta, Sabtu (27/8/2022). Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Resonanz Music Studio arahan Avip Priatna yang didukung oleh www.Indonesiakaya.com menggelar kon

JawaPos.com–Selama pandemi beberapa tahun terakhir, aktivitas konser beralih menjadi virtual. Sebab ada berbagai peraturan untuk menjaga jarak dan pembatasan sosial demi mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Setelah angka kasus Covid-19 menurun dan terkendali, kegiatan konser mulai diselenggarakan kembali. Terbaru, boy group asal Korea Selatan, Seventeen, menyapa fans Indonesia pada 24-25 September. Sebelumnya, beberapa penyanyi luar negeri juga sempat konser di Indonesia antara lain Westlife, Super Junior, dan New Hope Club.

Fachruddin Yusuf, salah seorang penyelenggara konser virtual mengatakan, aktivitas konser menjadi angin segar. ”Konser virtual itu sangat challenging karena kita harus putar otak buat bikin ide yang menarik. Kami selaku penyelenggara pun juga harus berkoordinasi secara virtual dan itu sangat melelahkan,” kata Fachruddin.

Protokol kesehatan, lanjut dia, membuat persiapan untuk konser virtual menjadi terhambat. Terlebih, pandemi menyebabkan dunia mengalami krisis ekonomi, sehingga sponsor yang masuk sangat minim.

Achmad Farchan, salah seorang yang terlibat dalam penyelenggara konser virtual juga mengakui hal serupa. ”Waktu pandemi kemarin bener-bener harus putar otak bagaimana caranya dapat tetap menyelenggarakan konser di tengah situasi pandemi,” ungkap dia.

Baik Farchan dan Fachruddin, keduanya bersepakat bahwa konser virtual tidak bisa menandingi konser langsung.

”Menurutku, jantungnya suatu konser itu ada di ambience-nya. Susah banget buat bawa ambience konser offline ke konser virtual. Aku sebagai penyelenggara lebih memilih mengadakan konser langsung walaupun secara energi mungkin lebih menguras tetapi benar-benar memuaskan,” tutur Farchan.

Hana Putrisia, salah seorang penikmat konser juga mengaku lebih suka konser langsung dibandingkan virtual. ”Aku pernah menonton dua-duanya (konser virtual dan langsung). Aku lebih suka konser langsung karena euforia benar-benar terasa. Kadang konser virtual seperti nonton video di platform online,” ungkap dia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore