
Photo
JawaPos.com – Harga cabai rawit di Probolinggo dan Pasuruan meroket. Bahkan, harganya nyaris setara harga daging sapi. Menyentuh angka Rp 95 ribu–Rp 100 ribu per kilogram.
Di Pasar Baru Kota Probolinggo misalnya, harga cabai rawit tembus Rp 95 ribu per kilogram, Minggu (5/6). Sementara harga daging sapi di kisaran Rp 100 ribu–Rp 118 ribu. Cuaca dinilai menjadi penyebab besar melambungnya harga cabai saat ini.
Imam Wahyudi, penjual masakan asal Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mengatakan, Minggu (5/6) harga cabai tembus Rp 95 ribu per kilogram di Pasar Baru. Dirinya mendapat informasi, cuaca buruk dan seringnya hujan turun saat ini menjadi penyebab naiknya harga cabai.
“Harga cabai naik drastis. Sekarang hampir sama dengan harga daging (sapi),” tuturnya dikutip dari Radar Bromo.
Imam pun terpaksa mengurangi pemakaian cabai untuk masakannya. “Untuk buat sambal misalnya, biasanya pakai cabai tiga kilogram dan tomat satu kilogram. Karena harga cabai mahal, komposisinya dibalik. Tomat tiga kilogram dan cabai satu kilogram,” tuturnya.
Ami, 68, salah satu pedagang cabai di Pasar Baru mengaku, kenaikan harga cabai berasal dari distributor. Sementara pedagang menjual berdasarkan harga dari distributor.
“Jadi sebetulnya untung yang diambil pedagang tidak banyak. Tidak lebih dari Rp 5 ribu. Harga naik, ya karena dari distributornya naik. Kabarnya karena sering hujan, tanaman cabai maka banyak yang rusak. Akhirnya panen cabai jadi sedikit. Harga pun naik. Sudah biasa kayak gitu,” tuturnya.
Sementara di Kabupaten Pasuruan, harga cabai rawit rata-rata mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Bahkan, bisa lebih. Mendekati Rp 100 ribu per kilogram.
Juwariyah, 60, salah satu pedagang cabai di Pasar Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengatakan, harga cabai melonjak sejak tiga hari terakhir. Awalnya Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram, kemudian melonjak tajam.
“Sejak Jumat harganya merangkak naik. Sekarang sudah menembus Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogram,” bebernya.
Meski begitu, naiknya harga cabai tak memengaruhi permintaan. Rata-rata ia mampu menjual 20 kg hingga 30 kg cabai rawit setiap harinya.
“Kalau permintaan stabil. Tidak terpengaruh meski harganya naik. Mungkin memang menjadi kebutuhan,” sampainya.
Yanti, pedagang cabai yang lain di Pasar Bangil menjelaskan hal serupa. Menurutnya, harga cabai memang menanjak beberapa hari terakhir. Bukan hanya cabai rawit, juga cabai merah atau cabai besar.
Sebelumnya, harga cabai merah Rp 40 per kilogram. Namun sekarang mencapai Rp 65 ribu per kilogram.
“Kalau harga cabai rawit malah lebih tinggi. Hampir setara dengan daging,” tandasnya.
Staf Disperindag Kabupaten Pasuruan M. Rifai mengakui, harga cabai mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Dimungkinkan penyebabnya karena faktor cuaca.
“Dimungkinkan banyak pertanian cabai yang rusak. Sehingga ketersediaan cabai berkurang. Dampaknya harganya melonjak,” tuturnya mendampingi Kadisperindag Kabupaten Pasuruan Diano V.F. Santoso.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
