
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto. Istimewa
JawaPos.com–Capaian transaksi belanja online via e-Peken Surabaya Januari hingga pertengahan Februari, tembus Rp 3,34 miliar. E-Peken merupakan aplikasi berbasis mobile yang menghubungkan toko kelontong dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya dengan konsumen.
Aplikasi itu diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada 31 Oktober 2021. Dengan aplikasi tersebut, mempermudah toko kelontong dan UMKM memperluas jangkauan pemasaran. Sekaligus mendorong berkembangnya ekonomi kerakyatan.
Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya Devie Afrianto mengatakan, selama sebulan penuh pada Januari, total transaksi mencapai Rp 480 juta. Jika dipersentase dari Januari ke pertengahan Februari, ada peningkatan sekitar 500 persen.
”Itu jumlah transaksi dari 5.481 ASN (aparatur sipil negara) yang berbelanja di toko kelontong, yang terdaftar di e-Peken Surabaya,” kata Devie Afrianto, Kamis (17/2).
Devie menjelaskan, di aplikasi e-Peken Surabaya kurang lebih ada sekitar 500 pedagang toko kelontong. Semuanya telah terdaftar dan terverifikasi Dinkopdag Surabaya. Kebanyakan, toko kelontong yang terdaftar di aplikasi itu menjual berbagai kebutuhan pokok.
”Di antaranya ada beras, minyak goreng, telur, gula, dan masih banyak lainnya. Bukan hanya itu, di toko kelontong yang terdaftar di Peken Surabaya, juga menyediakan berbagai produk dari UMKM. Antara lain ada seragam, kue, minuman dan lain sebagainya yang dijual di sentra wisata kuliner (SWK),” terang Devie Afrianto.
Dia menambahkan, semua yang dibutuhkan ada di aplikasi e-Peken Surabaya.
”Misal kita butuh sembako, bisa langsung dipesan, kemudian ada pula baju batik yang biasa dipakai tiap Kamis dan Jumat, itu juga ada. Nah, para ASN banyak yang suka. Ada juga sepatu, bahkan ada token listrik, pembayaran air PDAM dan lain-lain,” jelas Devie.
Devie meyakinkan, kualitas produk yang dijual di aplikasi e-Peken Surabaya, tidak kalah bersaing dengan barang yang dijual di toko ritel modern. Mulai dari segi harga, packaging, dan pelayanan. Agar harganya bersaing, Pemkot Surabaya melalui Dinkopdag juga memfasilitasi penyediaan barang bagi para pelaku toko kelontong dan UMKM di Kota Pahlawan.
”Yang kita tekankan adalah soal harga, minimal disamakan dengan toko-toko ritel modern. Syukur-syukur, kalau bisa lebih murah dari toko ritel modern, malah semakin laris manis. Jadi, para pedagang terus kami fasilitasi ketika kulakan, mereka (toko kelontong dan UMKM) bisa mendapatkan harga terbaik. Supaya dapat bersaing,” ujar Devie Afrianto.
Selama ini pengguna aplikasi e-Peken Surabaya adalah ASN Pemkot Surabaya. Dikopdag Surabaya berencana memperluas jangkauan aplikasi e-Peken Surabaya, yang hanya bisa diakses ASN, nanti bisa juga diakses masyarakat. Tujuannya, agar semakin banyak transaksi di toko kelontong dan UMKM yang terdaftar di aplikasi tersebut.
”Saat ini, kami masih mantapkan dan memfasilitasi barang untuk pedagang terlebih dahulu. Pasti akan ada pemutakhiran aplikasi, agar bisa diakses masyarakat. Memang saat ini paling banyak konsumennya adalah ASN,” ungkap Devie Afrianto.
Fitur yang akan ditambah itu salah satunya adalah transaksi cash on delivery (COD), perbaikan pembayaran dan fitur-fitur canggih lain. Dia berharap, penyempurnaan aplikasi itu makin mempermudah ASN atau masyarakat ketika bertransaksi.
”Langkah ke depan pasti kami kembangkan lagi, termasuk soal pembayaran online. Kami juga komunikasikan lagi dengan Bank Jatim, selaku penyedia jasa pembayaran. Sejauh ini, kami menggunakan transaksi lewat QR code (QRIS) dan virtual account. Nah, yang akan kita coba nanti bisa transaksi offline, untuk memudahkan ASN dan masyarakat ketika belanja,” tutur Devie Afrianto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
