
Photo
JawaPos.com- Bertepatan dengan tahun baru Imlek 2022 (1/2), Aeshnina Azzahra Aqilani, meresmikan museum sampah impor di Dusun Krajan, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Siswi SMPN 12 Gresik itu berharap kehadiran museum tersebut dapat menjadi edukasi bersama tentang lingkungan hidup.
"Tujuan saya mendirikan museum ini untuk mengingatkan kita semua bahwa ada masa Indonesia dijadikan tempat pembuangan sampah plastik dari negara maju,’’ ungkap Nina, panggilan akrab Aeshnina Azzahra Aqilani, seusai pengguntingan pita sebagai penanda pembukaan museum sampah impor itu.
Pelajar berusia 14 tahun tersebut lantas mengungkap beberapa negara pengirim sampah ke Indonesia. Di antaranya, Amerika Serikat, Italia, Belanda, Jerman, Swiss, Kanada, Australia dan Selandia Baru. ‘’Beberapa negara itu termasuk pengirim sampah ke negara kita dalam jumlah besar,’’ ungkapnya.
Dalam pembukaan museum ini tidak ada pejabat. Nina sengaja mengundang pelajar, aktivis lingkungan, seniman, dan warga sekitar Wringinanom. Namun, yang menarik, kegiatan pembukaan museum sampah impor tersebut mendapat atensi dari media luar negeri (LN) . Yakni, jaringan radio dan televisi Kanada (CBC).
Museum sampah impor tersebut terbagi indoor dan outdoor. Isinya, instalasi seni yang terdiri atas beragam jenis sampah plastik. Sampah-sampah itu diambil dari pengiriman negara maju. Ada sampah sachet, packaging personal care, packaging produk rumah tangga, sampah bungkus oli hingga bungkus makanan. ‘’Tercantum made in UK, made in Canada, made in USA dan banyak lagi nama negara maju dalam bungkus sampah,’’ ungkapnya.
Selain men-display sampah luar negeri, dalam museum sampah impor itu juga ada catatan informasi tentang bahaya plastik sekali pakai dan informasi terkait. ‘’Museum ini bisa dikunjungi oleh siapa saja dan bisa menjadi tempat untuk berdiskusi dan tukar ilmu terkait sampah plastik,’’ ucap dia.
Sebelumnya, Nina telah mendapat sorotan luas dari berbagai media nasional maupun internasional. Hal itu berkat kepeduliannya terhadap isu-isu lingkungan. Terutama tentang sampah plastik. Pada Novermber 2021 lalu, dia juga diundang sebagai narasumber termuda di forum dunia, yakni Plastic Healt Summit 2021 di Amsterdam, Belanda. Dia juga menulis surat penolakan atas pengiriman sampah plastik ke Indonesya yang ditujukan ke beberapa duta besar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
