
SI memperlihatkan akun instagram yang digunakan pelaku untuk PDKT ke korban. (Edi Sudrajat/Jawa Pos)
JawaPos.com – SI mengadukan aksi penipuan dari pria yang dikenalnya di Instagram ke Polda Jatim Kamis (27/1). Modusnya, PDKT (pendekatan) dan mengaku sebagai karyawan di kapal pesiar. Pria tersebut meminta uang kepada calon korban.
Janda satu anak itu belum mengalami kerugian materiil. Namun, dia merasa perlu membuat laporan agar polisi bertindak. Dia khawatir pelaku memakan korban lain.
Warga Sidoarjo tersebut menjelaskan, potensi itu sangat terbuka setelah ada teman perempuannya yang punya cerita sama. ”Awalnya, akun kami dikirimi pesan pribadi. Intinya ngajak kenalan,” ujarnya.
SI menyebut akun yang dipakai pelaku lebih dari satu. Namun, foto profilnya sama. Belakangan, dia tahu foto itu juga palsu. Orang yang wajahnya dicatut bahkan sampai harus membuat video klarifikasi. ”Orang Malaysia. Namanya Khairul Amri,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, setelah mendapat respons, pelaku berusaha menjalin keakraban. Lambat laun dia meminta nomor telepon. Dalihnya, memudahkan komunikasi.
SI menyebut pelaku mahir berkomunikasi dan lihai mengeluarkan bujuk rayu agar korban teperdaya. ”Bahkan, teman saya sampai dijanjikan dinikahi,” kata dia.
Dia menyampaikan, seiring dengan berjalannya waktu, pelaku akan meminta uang. Dalihnya, uang itu digunakan untuk menemui korban. ”Dia mengaku ke semua incarannya kerja di kapal pesiar. Uangnya disita perusahaan untuk jaminan. Jadi, dia tidak punya uang,” paparnya.
SI mengaku nyaris terjebak penipuan tersebut. Namun, dia akhirnya curiga setelah mencari latar belakang profil akun pelaku. ”Wajah orangnya ternyata sering dipakai pelaku penipuan,” ungkapnya.
Beberapa saat berselang, dia bertemu dengan sejumlah temannya. SI menceritakan pengalamannya itu. Di luar dugaan, ada temannya yang sudah menjadi korban. Dia pernah mengirimi pelaku uang Rp 50 juta. ”Tapi, dia gak mau lapor karena malu,” ucapnya.
Kasubdit Siber Polda Jatim AKBP Wildan Alberd menyatakan, modus penipuan itu ada sejak lama. Beberapa kasus yang terungkap menunjukkan bahwa pelakunya adalah narapidana (napi). ”Bukan fenomena baru, tapi masih eksis,” terangnya.
Polisi akan menelusuri pemilik akun yang dilaporkan. Walau, pengadu belum mengalami kerugian materiil. Wildan pun mengimbau masyarakat tidak mudah percaya kepada orang asing yang dikenal di dunia maya. ”Di dunia nyata saja, kita harus hati-hati terhadap orang asing, apalagi di dunia maya,” tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
