
Suasana keramaian di Jalan Tunjungan Surabaya. Alfian Rizal/Jawa Pos
JawaPos.com–Program Tunjungan Romansa akan dikembangkan kembali oleh Pemerintah Kota Surabaya. Setelah hampir satu bulan program itu berjalan, Pemkot Surabaya siapkan program tambahan.
Kepala Dinas Pariwisata Antiek Sugiharti mengatakan, saat ini sedang menggodok kemungkinan bagi tenant atau restoran di sekitar Jalan Tunjungan untuk menyediakan tempat makan dan minum di jalur pedestrian.
”Konsep kita kan di Jalan Tunjungan warga bisa menikmati jalan-jalan sekaligus makan dan minum. Jadi tenant itu bisa menyediakan makan dan minum di pinggir jalan,” tutur Antiek Sugiharti ketika dikonfirmasi pada Jumat (10/12).
Konsep itu, diakui Antiek akan memberikan sensasi seperti makan di jalanan yang ada di Eropa. Dengan begitu, pengunjung Jalan Tunjungan diharapkan bertambah.
Antiek menyebut, saat ini masih melaksanakan proses uji coba. Sehingga tenant belum diizinkan menata kursi dan meja di pinggir jalan.
”Sekarang masih uji coba. Nanti kita sediakan (kursi dan meja) dari pemkot,” terang Antiek Sugiharti.
Ditanya jumlah kursi dan meja yang akan disediakan, Antiek menyebut, tenant bebas menentukan. Bila program itu sudah dijalankan, pihaknya akan menambah booth makanan dan minuman untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
”Prinsipnya gimana toko itu bisa hidup supaya jadi tempat yang bagus. Sementara booth untuk UMKM baru ada di depan toko peralatan kantor. Bisa ditambah lagi,” papar Antiek Sugiharti.
Pembukaan program baru itu, menurut Antiek sebagai respons atas banyaknya pengunjung di Jalan Tunjungan. Mayoritas pengunjung berusia 15–40 tahun.
”Kalau weekday ada seribu sampai 2.500 pengunjung. Meningkat saat weekend, bisa 5 ribu sampai 6 ribu orang,” jelas Antiek Sugiharti.
Antiek menambahkan, pengunjung paling banyak datang pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Mereka kebanyakan datang untuk menikmati penampilan seniman di pinggir jalan.
”Pengunjung ada yang datang sekeluarga. Ambil momen dengan berfoto, makan, duduk-duduk gitu,” tutur Antiek Sugiharti.
Menurut Antiek, tiap 2 minggu, pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengembangan konsep. Tujuannya, supaya warga senang dan tetap bisa menjaga protokol kesehatan.
”Harapannya Jalan Tunjungan ini hidup lagi dengan warga yang patuh protokol kesehatan,” ujar Antiek Sugiharti.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
