Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Desember 2021 | 12.49 WIB

Benteng Kedungcowek, Eks LP Kalisosok, dan Banyak Lagi Belum Terawat

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Kota Surabaya memiliki banyak kekayaan berupa bangunan cagar budaya (heritage). Namun, belum semua heritage itu mendapat perhatian dan upaya pelestarian. Padahal, bangunan-bangunan tersebut berpotensi sebagai tempat edukasi dan destinasi wisata di Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya Tjutjuk Supariono menyatakan, pemkot perlu memberikan perhatian khusus untuk melestarikan dan merawat bangunan cagar budaya. "Potensinya sangat besar untuk dijadikan tempat wisata maupun tempat penelitian sebagai wisata edukasi," ujarnya.

Salah satunya Benteng Kedungcowek, yang berlokasi di pesisir Pantai Timur Surabaya. Saat ini, tumbuhan liar menyelimuti bangunan tersebut. Kerusakan pun terlihat di setiap sudut bangunan. Jika dibiarkan begitu saja, sangat mungkin bangunan tua itu bakal rusak. Begitu pula bekas penjara Kalisosok, dekat Jembatan Merah Plaza. Kondisinya pun sama. Tidak terawatt dengan baik.

Secara khusus, Tjutjuk mengapresiasi langkah pemkot yang menghidupkan Jalan Tunjungan dengan membuat event bertajuk "Tunjungan Romansa". Di jalan tersebut juga terdapat banyak bangunan cagar budaya. Beberapa di antaranya masih aktif digunakan. Di antaranya, Hotel Majapahit yang dulu bernama Hotel Yamato. Termasuk gedung Siola yang kini telah dipakai kantor beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot.

“Saya sangat mengapresiasi. Tetapi, masih ada banyak cagar budaya terbengkalai di Kota Surabaya, yang juga perlu perhatian sehingga bisa menjadi destinasi baru," katanya.

Sebagai Kota Pahlawan, lanjut dia, sudah seharusnya pemkot menjaga dan melestarikan bangunan cagar budaya. "Tentu, kita tidak bisa menutup, membiarkan satu per satu situs cagar budaya hilang,’’ ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan terus berupaya mendorong pemanfaatan cagar budaya sebagai objek pariwisata. ‘’Ini perlu juga didukung dengan pengembangan Kota Tua. Seperti yang dimiliki oleh Kota Jakarta dan Semarang," paparnya.

Anggota Komisi D mencontohkan kawasan Jembatan Merah dan Jalan Rajawali. Kawasan tersebut merupakan kota tua. Banyak cagar budaya yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan angka kunjungan wisata di Surabaya. ‘’Kawasan itu tidak kalah dengan Jakarta dan Semarang apabila pemkot mau merevitalisasi,’’ kata Tjutjuk.

Sebetulnya, Pemkot Surabaya juga telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2005 tentang Cagar Budaya. Nah, saat ini perda itu tengah dievaluasi bersma dewan. ‘’Harus benar-benar digarap serius,’’ pungkasnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore