
Wagub Emil Dardak (kiri) bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Humas Pemkot Surabaya
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di ruang kerja Balai Kota Surabaya, Senin (18/10). Salah satu yang dibahas dalam audiensi itu adalah mengenai wacana sinkronisasi data pelajar SMA/SMK Surabaya dari keluarga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Sesuai dengan arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya siap memberikan data kepada Pemprov Jatim apabila dibutuhkan. Menurut Eri, visi dan misi yang diambil Pemprov Jatim dipastikan seirama dengan Pemkot Surabaya.
”Kalau ini (sinkronisasi) sudah menjadi satu kesatuan rangkaian data, kita bisa tahu saat memberikan bantuan itu larinya ke mana saja, kita bakal tahu,” kata Eri.
Menurut dia, sinkronisasi data itu penting untuk menyelaraskan kebijakan antara pemkot/pemda agar sejalan dengan kebijakan pemprov dan pemerintah pusat. Apalagi, antara pemkot/pemda dengan pemprov dan pemerintah pusat, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sehingga diperlukan kerja sama seperti halnya sinkronisasi data.
”Kalau ini (data) sudah terbuka, kita akan lebih mudah memberikan bantuan. Seperti yang dicontohkan Pak Wagub soal data siswa SMA/SMK yang tidak mampu. Nah, itu totalnya berapa saja di masing-masing sekolah, datanya nanti masuk ke provinsi. Sehingga ketika pemkot memberikan bantuan, supaya lebih mudah tersalurkan,” jelas Eri.
Sementara itu, Wagub Jatim Emil Dardak menjelaskan, meskipun SMA/SMK adalah kewenangan provinsi, akan tetapi para siswa itu juga bagian dari warga Kota Surabaya. Oleh karena itu, dia menyampaikan keinginannya kepada Wali Kota Surabaya untuk menyinkronkan data mendukung intervensi siswa SMA/SMK agar lebih lengkap.
”Jadi sinkronisasi data ini agar lebih paripurna dalam membina warga-warga kita. Jangan sampai menghambat keefektifan bekerja di masing-masing wilayah. Sehingga Pak Wali juga bisa ikut mensupport pembinaan kita ke warga Surabaya. Semoga ini menjadi inspirasi juga di awal 2022,” kata Wagub Emil.
Tak hanya membahas wacana sinkronisasi data, dalam audiensi itu, Emil bersama Eri juga membicarakan dan bertukar pikiran mengenai perkembangan terkini teknologi informasi di Kota Surabaya. Dari pertemuan tersebut, diharapkan ada sinergitas berbasis elektronik di seluruh kabupaten/kota di Jatim.
”Saya harap segala praktik yang baik dari 38 kabupaten/kota dengan yang lain, bisa kita sinergikan menjadi sebuah program berbasis knowledge. Kami senang sekali bisa sharing dengan Pak Wali Kota, karena kita ingin memastikan program yang sudah jalan di satu tempat jangan sampai mengulang dari nol (duplikatif), ini ternyata menjadi semangat Pak Wali juga,” ucap Emil.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
