Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Oktober 2021 | 00.11 WIB

Kini, Sekolah Izinkan Siswa Bawa Motor Sendiri, Asal…

Valentino Rossi - Image

Valentino Rossi

JawaPos.com- Selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Satgas Covid-19 Sidoarjo melarang siswa membawa motor sendiri ke sekolah. Namun, karena kasus Covid-19 terus melandai, beberapa sekolah mengambil kebijakan berbeda. Mereka mengizinkan anak didiknya mengendarai motor sendiri.

Di SMAN 2 Sidoarjo, misalnya. Siswa di sekiolah itu diizinkan membawa motor. Namun, ada ketentuan khusus. Siswa boleh membawa motor jika sudah memiliki surat izin mengemudi (SIM) C. Selain itu, kendaraan harus sesuai dengan standar.

”Karena pandemi sudah mulai mereda, sekolah kembali mengizinkan siswa membawa motor. Tapi, kami memberikan stiker ke motor siswa yang memenuhi syarat untuk membawa motor,” kata Waka Bidang Kesiswaan SMAN 2 Sidoarjo Ririn Farida.

Dengan begitu, petugas satpam tidak perlu mengecek satu per satu siswa yang membawa motor ke sekolah. Cukup dilihat dari stikernya. ”Satpam mengecek stiker sekaligus suhu siswa,” ujarnya.

Motor tanpa stiker tidak diizinkan masuk. Upaya itu sekaligus melatih siswa berkendara sesuai dengan prosedur. ”Harapannya, siswa yang berusia 17 tahun segera mengurus SIM,” tuturnya. Total, saat ini 150 stiker sudah ditempelkan ke motor siswa. Jumlah siswa kelas XII mencapai 432 orang. Artinya, banyak siswa yang sudah cukup umur, tetapi belum memiliki SIM.

Kepala SMAN 2 Sidoarjo Digdo Santoso menilai, siswa memang butuh motor untuk pergi ke sekolah. Sebab, ada yang rumahnya jauh dari sekolah. Selain itu, tidak semua orang tua bisa mengantar. Namun, sekolah harus memberi izin sesuai dengan prosedur yang ada.

”Stiker itu dimanfaatkan untuk memastikan siswa yang membawa motor memang sudah layak bawa motor,” ungkapnya. Ketentuan tersebut diberlakukan seterusnya meski nanti pandemi berakhir.

Sementara itu, terkait dengan PTM, pihaknya sudah menyampaikan evaluasi kepada dinas terkait. Ada instrumen evaluasi yang harus dilengkapi sekolah. ”Instrumen itu meliputi kesiapan sekolah, kondisi anak di kelas, penanganan seandainya ada penularan, dan lainnya,” paparnya. (uzi/c14/any)

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore