Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Agustus 2021 | 23.23 WIB

Gara-Gara WFH, Permintaan Smart Home di Surabaya Laris-Manis

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Pemasangan fitur smart home kini makin digemari seiring masa WFH yang masih terus dilakukan. Makin banyak waktu di rumah, makin tinggi rasa ingin utak-atik rumah.

Hal tersebut dipaparkan Stephan Nugroho. Sejak pandemi berjalan beberapa bulan, pihaknya mulai menerima permintaan instalasi fitur smart home. Apalagi, pemasangan fitur tersebut kini tak lagi lekat dengan harga yang mahal.

”Permintaannya beda-beda, tergantung gaya dan kebiasaan tiap orang,” ucap pendiri Silverline Smart Home itu. Misalnya, beberapa orang fokus pada penghematan listrik. Otomatisasi pada beberapa alat rumah tangga jadi fokus utama. Penggunaan lampu, AC, hingga water heater diatur agar nyala pada waktu tertentu saja. Menurut Stephan, penurunan penggunaan listrik bisa mencapai 10 persen tiap bulannya. Bergantung dengan kebiasaan si pemilik rumah.

Ada pula yang diatur untuk membangun kondisi ambience tertentu. ”Penggunaan lampu untuk latar atau ruang tertentu. Bisa diatur ingin warna apa, mood apa,” ucap Bobby William, rekan Stephan.

Pengaturan semacam itu ternyata cukup rumit. Makin luas, makin banyak pula lampu yang harus dipasang dan ”disembunyikan”. Ada pula yang memesan ruang teater khusus untuk keluarga.

Pengoperasian smart home jelas bergantung pada jaringan internet. Pemilik bisa mengaturnya lewat ponsel atau perintah suara lewat alat khusus. ”Kalau lewat ponsel juga bisa dengan deteksi jarak. Contohnya, sekitar 1 km dari rumah, AC otomatis nyala,” sambung Bobby. Dengan begitu, pemilik rumah tak bakal kegerahan saat sampai.

Memang instalasi biasanya butuh perencanaan matang. ”Rapat sebelum pasangnya ini yang mesti matang. Karena cari keinginan dan kebutuhan mereka seperti apa dulu, baru didesain pemasangannya,” tutur Stephan.

Untuk pemasangan di rumah yang sudah jadi, mereka harus mengenali dulu titik-titik mana saja yang akan diubah. Pemasangan pada rumah yang sedang dibangun memang lebih memudahkan secara biaya dan persiapan.

”Untuk instalasi smart office juga begitu,” tambahnya. Mereka perlu mempelajari skema kebutuhan pemilik. Misalnya, fokus pada membangun ambience yang nyaman atau pada kemudahan teknologi untuk bekerja. Stephan mengakui, peminat smart office masih lebih rendah daripada smart home. ”Memang kebanyakan yang berminat smart office ini yang pengusahanya milenial,” imbuhnya.

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore