
Photo
JawaPos.com – Pemasangan fitur smart home kini makin digemari seiring masa WFH yang masih terus dilakukan. Makin banyak waktu di rumah, makin tinggi rasa ingin utak-atik rumah.
Hal tersebut dipaparkan Stephan Nugroho. Sejak pandemi berjalan beberapa bulan, pihaknya mulai menerima permintaan instalasi fitur smart home. Apalagi, pemasangan fitur tersebut kini tak lagi lekat dengan harga yang mahal.
”Permintaannya beda-beda, tergantung gaya dan kebiasaan tiap orang,” ucap pendiri Silverline Smart Home itu. Misalnya, beberapa orang fokus pada penghematan listrik. Otomatisasi pada beberapa alat rumah tangga jadi fokus utama. Penggunaan lampu, AC, hingga water heater diatur agar nyala pada waktu tertentu saja. Menurut Stephan, penurunan penggunaan listrik bisa mencapai 10 persen tiap bulannya. Bergantung dengan kebiasaan si pemilik rumah.
Ada pula yang diatur untuk membangun kondisi ambience tertentu. ”Penggunaan lampu untuk latar atau ruang tertentu. Bisa diatur ingin warna apa, mood apa,” ucap Bobby William, rekan Stephan.
Pengaturan semacam itu ternyata cukup rumit. Makin luas, makin banyak pula lampu yang harus dipasang dan ”disembunyikan”. Ada pula yang memesan ruang teater khusus untuk keluarga.
Pengoperasian smart home jelas bergantung pada jaringan internet. Pemilik bisa mengaturnya lewat ponsel atau perintah suara lewat alat khusus. ”Kalau lewat ponsel juga bisa dengan deteksi jarak. Contohnya, sekitar 1 km dari rumah, AC otomatis nyala,” sambung Bobby. Dengan begitu, pemilik rumah tak bakal kegerahan saat sampai.
Memang instalasi biasanya butuh perencanaan matang. ”Rapat sebelum pasangnya ini yang mesti matang. Karena cari keinginan dan kebutuhan mereka seperti apa dulu, baru didesain pemasangannya,” tutur Stephan.
Untuk pemasangan di rumah yang sudah jadi, mereka harus mengenali dulu titik-titik mana saja yang akan diubah. Pemasangan pada rumah yang sedang dibangun memang lebih memudahkan secara biaya dan persiapan.
”Untuk instalasi smart office juga begitu,” tambahnya. Mereka perlu mempelajari skema kebutuhan pemilik. Misalnya, fokus pada membangun ambience yang nyaman atau pada kemudahan teknologi untuk bekerja. Stephan mengakui, peminat smart office masih lebih rendah daripada smart home. ”Memang kebanyakan yang berminat smart office ini yang pengusahanya milenial,” imbuhnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
