
PEJUANG KESEHATAN: Pelantikan dokter muda berlangsung di FK Unair, Rabu (4/8). Di antara mereka, ada yang sudah menjadi relawan Covid-19. Peran mereka dibutuhkan saat pandemi. (Septinda Ayu pRamitasari/Jawa Pos)
JawaPos.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) melantik 193 dokter muda Rabu (4/8). Sebanyak 20 dokter muda tersebut dilantik secara offline di aula FK Unair. Mereka adalah para relawan yang ikut dalam penanganan Covid-19.
Dekan FK Unair Prof dr Budi Santoso SpOG mengatakan, pelantikan dokter muda dilakukan secara bertahap dalam dua hari. Hal itu disesuaikan dengan peraturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.
”Total ada 193 dokter muda yang dilantik. Hari ini (kemarin, Red) 96 dokter muda. Yang ikut offline 20 dokter muda,” katanya.
Laki-laki yang karib disapa Prof Bus itu menuturkan, 20 dokter muda yang mendapat kesempatan dilantik secara offline tersebut merupakan peserta didik yang aktif dalam membantu penanganan Covid-19. Baik sebagai edukator, vaksinator, maupun merawat pasien langsung di RSUD dr Soetomo dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).
”Meski offline, dalam kegiatan pelantikan para dokter muda, tidak ada pendamping. Biasanya kan ada orang tua dan sebagainya yang ikut mengantarkan anaknya. Sekarang tidak,” ujarnya.
Budi menambahkan, para dokter muda relawan di RSUD dr Soetomo juga akan dikonversikan sebagai pelaksanaan internship. Harapannya, setelah lulus menjadi dokter muda, mereka tetap meneruskan menjadi relawan dan ikut membantu penanganan Covid-19.
”Sebagai dokter, jangan hanya mencari kekayaan pribadi. Tetapi, sebagian ilmu dan tenaganya dilakukan untuk pengabdian dan selalu menjaga prokes (protokol kesehatan),” imbuhnya.
Budi menyatakan, pandemi Covid-19 sudah berjalan tahun kedua. Rumah sakit dapat menambah lebih banyak bed untuk melayani para pasien Covid-19. Namun, yang menjadi masalah adalah sumber daya manusia (SDM) yang kurang.
”Peran serta dokter muda dalam menyelesaikan pandemi sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.
Direktur RSUA Prof dr Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM mengatakan, selama ini para dokter muda maupun peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS) terlibat dalam pelayanan kesehatan di RSUA maupun RSUD dr Soetomo.
”Kami berharap dokter baru ini dapat memaksimalkan upaya promotif, preventif, serta kuratif dalam tata laksana Covid-19 dengan ikut mengedukasi masyarakat dan membantu program vaksinasi,” katanya.
Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi SpB (K) mengatakan, pihaknya akan mengupayakan dokter internship. Bahkan, jika memang perlu, akan direkrut dokter baru. Sebab, RSUD dr Soetomo menjadi rumah sakit pelayanan dan pendidikan.
Baca Juga: Survei BPS Jatim: 19 Persen Warga Enggan Divaksinasi Covid-19
’’Kami juga berencana membuka medical administration dokter,” ujarnya.
Selama ini dokter spesialis tidak hanya merawat pasien, tetapi juga harus mengurus administrasi. Dokter muda dapat membantu di bidang administrasi. Dengan begitu, pasien dapat bertemu dokter setiap hari.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
