Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juni 2021 | 03.21 WIB

Klaster Keluarga dan Institusi Terbanyak di RSLI Surabaya

Relawan RSLI memberi pengarahan kepada pasien. RSLI for JawaPos - Image

Relawan RSLI memberi pengarahan kepada pasien. RSLI for JawaPos

JawaPos.com–Selama Juni, 63 persen pasien Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSLI) merupakan warga Surabaya. Klaster keluarga dan institusi mendominasi.

Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama TNI I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara menjelaskan, per Senin (28/6), terdapat 358 pasien yang dirawat. ”Pekerja migran Indonesia/PMI 62 orang, Klaster Madura 21 orang, dan pasien mandiri 277 orang,” ujar Nalendra.

Awal Juni, komposisi pasien didominasi dari PMI dan klaster Bangkalan. Namun, sepuluh hari terakhir jumlah pasien dari Surabaya meningkat tajam hingga 63,4 persen (201 pasien Surabaya dibandingkan total 317 pasien masuk sepuluh hari terakhir). ”Meningkatnya jumlah penderita covid-19 ini menjadi indikator makin marak dan meluasnya serangan covid-19 yang sangat dimungkinakan dengan ciri-ciri varian baru yang lebih mudah dan cepat menular,” terang Nalendra.

Dari data Relawan Pendamping Keluarga Pasien Covid-19 RSLI, klaster keluarga dan institusi kembali mendominasi pasien RSLI. Hal itu bisa jadi akibat lanjutan dari liburan panjang pasca Lebaran serta lalainya masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

”Selama Juni, setidaknya terdapat 65 klaster keluarga (46 keluarga terdiri atas 2 orang, 9 keluarga terdiri atas 3 orang, 8 keluarga terdiri atas 4 orang, dan 2 keluarga terdiri atas 5 orang),” urai Nalendra.

Sementara itu, terdapat 14 klaster institusi/perusahaan/perumahan dengan jumlah yang terpapar bervariasi antara 2, 3, 7, 9, 16, hingga 20 orang. Untuk itu, Nalendra mengimbau semua pihak untuk lebih taat dan ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, terutama 5M ditambah 1M lagi yaitu menghindari makan bersama.

”Kemudian meningkatkan imunitas dengan cara makan makanan bergizi, banyak protein, vitamin dari asupan buah-buahan, menjaga kebugaran tubuh, serta pikiran agar rileks dan tidak capek,” kata Nalendra.

Dia juga berpesan bila warga merasa capek, segera istirahat. ”Mulai sekarang harus sudah menjalankan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kebiasaan baru (new normal),” ujar Nalendra.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore