
Oei Hiem Hwie gemar mengoleksi arsip lama untuk mengingat sejarah dan membuat perpustakaan mandiri.
JawaPos.com–Minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah. Padahal ada ungkapan yang sampai saat ini masih relevan yakni buku adalah jendela dunia. UNESCO pun telah menetapkan 23 April sebagai Hari Buku Internasional.
Pendiri perpustakaan Medayu Agung Oei Him Hwie mengaku sedih melihat anak muda yang kurang gemar membaca buku. Pada zaman milenial ini, gadget lebih sering digunakan masyarakat, terutama anak muda.
”Anak-anak sekarang ini pada suka bermain handphone ketimbang membaca buku. Walaupun mereka bisa mencari segala informasi dengan mudah cepat kadang tidak lengkap,” tutur Oei Him Hwie.
Pria 85 itu menuturkan, menyukai membaca buku sejak remaja. Dia mengidolakan Soekarno yang membuatnya makin jatuh cinta dengan dunia buka terutama sejarah. Ratusan buku tentang sejarah di Indonesia sudah habis dia baca.
”Saya mencintai sejarah. Saya tahu tentang sejarah karena membaca buku. Karena itu, kalau tidak ditulis dalam sebuah buku, negara ini mungkin akan kehilangan sejarahnya. Selalu ingat bahwa bangsa ini pernah cinta dengan buku,” ucap Pak Hwie di perpustakaan miliknya di Surabaya pada Jumat (23/4).
Saking cintanya terhadap buku, dia memiliki ratusan dan koleksi pribadi di kediaman lamanya di Malang.
Namun, dia juga pernah mengalami kejadian yang membuatnya sedih. Saat itu, aparat merampas buku-bukunya dan menahannya selama bertahun-tahun.
Menjadi salah satu tahanan di Pulau Buru, membuat dia mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer. Di sana dia membantu dan belajar menulis bersama Pram. Hingga akhirnya dia mengamankan beberapa naskah tulisan miliki Pram. Di antaranya Bumi Manusia dan Rumah Kaca.
”Jadi anak muda, boleh berkegiatan apapun. Berolahraga, berbudaya, atau apapun. Tapi jangan lupa cinta sama buku. Terutama buku tentang pengetahuan. Bacalah buku sejarah. Jangan melupakan sejarah bangsa ini. Selalu haus akan sejarah,” ujar Pak Hwie.
”Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas. Begitulah kata-kata yang pernah diucapkan Bung Hatta,” tambah Pak Hwie.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=D20CWAEe5R0

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
