
PELAKU LAMA: Kombespol Sandi Nugroho menunjukkan senjata yang dipakai tersangka Ahmad Rohman saat ditangkap di jalan MERR Minggu malam (17/5). (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Rudianto nyaris tewas. Maling motor itu sempat menjadi bulan-bulanan massa. Dia tertangkap di Jembatan Suramadu setelah mencuri motor Honda Scoopy. Warga Bangkalan itu akhirnya melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Kanitresmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Ryzki Wicaksana menuturkan, pelaku sempat berada di laut selama beberapa saat sebelum diamankan polisi. Rudianto, kata Arief, dijemput dengan perahu oleh petugas. Dia tidak lari karena memang menunggu untuk diamankan. Sebab, daratan sudah ramai dengan massa.
Di sisi lain, dia tidak mungkin untuk kabur ke tengah lautan. ”Di dekat lokasi kebetulan ada anggota yang langsung melakukan pengamanan,” ucap alumnus Akpol 2013 itu. Rudianto langsung dimasukkan ke mobil patroli setelah dijemput. ”Jadi, ditangkapnya itu di lautan,” katanya, Sabtu (11/4).
Arief menjelaskan, sesaat sebelumnya tersangka berulah di Kedung Cowek. Dia mencuri motor yang diparkir di teras toko donat. Rudianto tidak beraksi sendirian. Dia ditemani MAI, koleganya yang saat ini masih berstatus buron. Keduanya boncengan motor dari Madura. Mereka sengaja mencari sasaran di Kota Pahlawan.
Dua bandit itu lantas menemukan kesempatan di Kedung Cowek. Mereka berbagi peran. Rudianto menjadi pengawas. MAI sebagai eksekutor. ”Dalam hitungan detik, motor korban sudah diambil,” ujarnya.
Arief menerangkan, pemilik motor saat itu berada di dalam toko. Dia sempat curiga saat mendengar mesin motor menyala. Korban bergegas keluar. Namun, langkahnya kalah cepat dengan pelaku yang kabur lebih dulu.
Melihat motornya dibawa pelaku, kata dia, korban menghubungi sejumlah temannya. Mereka diminta memantau kedua sisi Jembatan Suramadu. ”Korban sendiri juga ikut memantau,” kata Arief.
Upaya tersebut tidak sia-sia. Korban yang menunggu di Jembatan Suramadu sisi Madura melihat motornya dikendarai tersangka. Dia dan teman-temannya langsung melakukan pengepungan.
Arief memaparkan, saat itu tersangka tidak bisa mengelak. Rudianto hanya bisa pasrah sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk menceburkan diri ke laut. ”MAI menghilang karena massa fokus ke pengendara di motor korban,” terangnya.
Baca Juga: Handayani Buka 39 Rekening untuk Cuci Rp 53,7 M Bisnis Narkoba
Menurut dia, motor itu awalnya dipakai MAI yang menjadi eksekutor setelah dicuri. Di tengah jalan, MAI tukar motor dengan tersangka. Mereka selanjutnya beriringan menuju ke Madura. Namun, di tengah jalan tersangka sudah lebih dulu dihentikan massa.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=jxipjuqj_EY

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
