
Ketiga tersangka menunjukkan barang bukti. Humas Kakanwil Jatim
JawaPos.com–Petugas Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng) berhasil membongkar sindikat penyelundupan psikotropika ke dalam rutan. Zat psikotropika berupa pil koplo itu dilebur dengan bumbu pecel sehingga tidak terlihat jelas.
Terbongkarnya modus baru dalam penyelundupan narkotika ke dalam rutan itu berawal dari informasi seorang warga binaan. Kemudian, Plt Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Medaeng Prayogo Mubarak beserta tim melakukan pengecekan blok hunian.
”Saat itu ada informasi intelijen bahwa di blok C ada tiga warga binaan yang melakukan kegiatan mencurigakan,” ujar Prayogo pada Kamis (11/2).
Saat dicek, ternyata ketiga warga binaan yaitu MAK, 24; AC, 25; dan MT, 26; sedang membuat bola-bola dari bumbu pecel. Karena curiga, petugas lalu menyita bola-bola bumbu pecel itu.
”Secara kasat mata, barang yang dititipkan melalui layanan penitipan barang drive thru memang terlihat seperti bumbu pecel pada umumnya,” ujar Kepala Rutan Medaeng Wahyu Hendrajati Setyo Nugroho.
Petugas pun langsung melakukan pemeriksaan kepada ketiga tahanan itu. Ketiganya mengakui bahwa itu adalah upaya pertama.
”Ketiganya mengaku baru coba-coba dan membeli paket bumbu pecel bercampur pil koplo seharga Rp 700 ribu dari seorang pengedar di luar rutan,” terang Wahyu.
Dari hasil interogasi, MAK yang divonis 1,5 tahun hukuman badan adalah otak dari penyelundupan. Kemudian AC yang sedang menjalani vonis penjara 2 tahun tercatat dalam kunjungan barang. Sedangkan MT yang mendapatkan hukuman 1 tahun 10 bulan, adalah penyandang dana dalam penyelundupan itu.
”Ketiganya memang dalam kasus hukum yang sama yaitu AC dan MT adalah pelaku curas, sedangkan MAK terjerat penadahan,” tutur Wahyu.
Pihak Rutan Medaeng langsung berkoordinasi dengan Polsek Waru untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya juga sudah ditempatkan di sel khusus sebagai bentuk hukuman tambahan.
Kakanwil Kemenkum HAM Jatim Krismono memberikan apresiasi atas kinerja jajarannya itu. Pria asal Jogjakarta itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan jajaran intelijen yang mendukung program aksi Satgas Kamtib/P4GN di lingkungan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.
”Semoga dengan penemuan pil koplo yang dicampur dalam bumbu pecel ini bisa membuat petugas lapas/rutan di Jatim menjadi lebih teliti dan mengoptimalkan fungsi intelijen,” ucap Krismono.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=T_kY3M2vNOk

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
