
MEMORI LAMA: Jalan Tunjungan akan dihidupkan lagi dengan beragam kegiatan yang digagas Pemkot Surabaya. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mulai kemarin malam Jalan Tunjungan dan Darmo kembali ditutup. Aturan itu diterapkan hingga seminggu ke depan. Tujuannya, memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sanksi tegas sudah disiapkan bagi yang nekat melanggar. Yakni, tilang di tempat.
Penutupan dua jalan protokol itu dilakukan lebih lama dari sebelumnya. Sebelumnya, penutupan hanya dilaksanakan pada Jumat malam sampai Senin pagi. Sekarang diterapkan setiap hari hingga aturan PPKM berakhir. Tepatnya pada Senin nanti (8/2). ’’Koordinasi dengan berbagai pihak sudah kami lakukan,’’ kata Kaurbinops (KBO) Satlantas Polrestabes Surabaya AKP M. Suud kemarin sore (1/2).
Suud menjelaskan bahwa mulai Senin malam Jalan Tunjungan dan Darmo ditutup pukul 22.00–05.00. Khusus Jumat malam sampai Minggu, jalan tersebut ditutup lebih awal. Yakni, pukul 20.00–08.00. Kemudian, jalan dibuka dan ditutup kembali pada pukul 20.00.
Jadi, lanjut dia, mulai traffic light Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga persimpangan Polisi Istimewa, jalan akan ditutup. Barier dipasang dan petugas disiagakan di sana. Begitu juga kawasan Jalan Tunjungan. Pembatas akan dipasang untuk menghindari pengendara yang nyelonong.
Sanksi tilang disiapkan oleh petugas kepolisian. Penerapan sanksi sita e-KTP juga diberlakukan. Dengan demikian, pelanggar harus membayar denda sesuai perwali yang berlaku.
Selain dua jalan tersebut, Satlantas Polrestabes Surabaya mengkaji dua kawasan lainnya untuk dilakukan penutupan. Yaitu, Jalan Adityawarman dan Mayjen Sungkono. ’’Masih kami kaji terkait dampak dan semuanya jika jalan itu ditutup,’’ terang Suud.
Banyak pertimbangan yang dilakukan petugas. Salah satunya aspek bisnis dan kegiatan ekonomi masyarakat. Yang jelas, kata dia, untuk Jalan Darmo dan Tunjungan mulai Senin malam dilakukan penutupan. Tujuannya, membatasi pergerakan masyarakat. Terlebih menjelang berakhirnya PPKM.
Baca Juga: Selama Pandemi, Banyak Istri di Surabaya yang Tinggalkan Suami
Dengan adanya aturan itu, masyarakat diharapkan bisa tertib. Menjelang PPKM berakhir, razia disiplin protokol kesehatan (prokes) juga diperketat. Apalagi aturan PPKM dinilai Jokowi kurang efektif. Jumlah yang terkonfirmasi positif masih tinggi. Begitu juga soal kematian akibat Covid-19.
Tak dimungkiri, aturan penutupan jalan menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Salah satunya Rizky Putra. Dia mempertanyakan fungsi dan hasil penerapan physical distancing di dua jalan tersebut. Sebab, keramaian tidak hanya terjadi di dua lokasi itu. Tapi, juga di banyak jalan lainnya. ’’Apa iya nggak ada kawasan lain yang lebih ramai lagi?’’ ucapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/EB9oSHvfrNI

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
