
TEKAN KERUMUNAN: Jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani yang biasanya ramai oleh lalu-lalang kendaraan menjadi sepi menjelang pemberlakuan jam malam. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com–Jelang Pilkada Surabaya pada Desember, mantan wali kota Surabaya sekaligus anggota DPR Bambang D.H. mengingatkan bakal calon wali kota untuk mendengar yang tidak terdengar. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mencari pemimpin yang mampu berdialog dengan semua kalangan.
”Bukan cuma sekadar blusukan tapi mampu menyadari. Misalnya melihat toilet yang nggak ada, kemudian peka dan tahu apa yang dibutuhkan. Harus sensitif. Kalau sudah sensitif, bisa mulai dengan bertanya dan berdialog dengan masyarakat. Apalagi Ketika masyarakat menunggu untuk ditanya, bukan mengeluh dan menyampaikan aspirasi duluan,” ujar Bambang D.H pada Senin (10/8).
Menurut dia, sosok wali Kota Surabaya harus tahu apa yang dibutuhkan. Langkah yang bisa dilakukan dengan mengundang ketua RW, RT, kepala sekolah, pelajar SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta, serta tokoh se-Surabaya. ”Dengarkan asiprasi, keluhan, bahkan curhatan mereka. Jadi ada sesi dialog, saling mendengarkan. Bahkan sampai yang menyerang wali kota,” tutur Bambang.
Dia menyayangkan bila pemimpin memilih untuk duduk di belakang meja dan mengelak ketika mendapatkan kritik. ”Harusnya didengarkan dan dijadikan evaluasi. Apalagi ketika ada forum komunikasi antara pemimpin atau pemerintah kota dengan masyarakat dari berbagai latar belakang,” ungkap Bambang D.H.
Dari forum komunikasi itu, menurut Bambang, pemimpin akan menemukan celah dalam masyarakat untuk dibenahi. Tidak jarang dalam forum komunikasi itu ada kritik atau tudingan terhadap pemimpin. ”Nah, itu harus dihadapi. Jangan malah melupakan kritik dan keluhan masyarakat. Justru segala jenis kritik bisa menjadi alat untuk membangun dan membuat kebijakan lebih baik untuk masyarakat,” ucap Bambang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zKtmnIQuWsE
https://www.youtube.com/watch?v=Wo5BiizygtM
https://www.youtube.com/watch?v=Nkz8JXQOiIM

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
