JawaPos.com - Seharian kemarin, Rabu (3/6), beredar kabar yang menjadi pro-kontra. Bahwa, Surabaya menjadi zona hitam persebaran Covid-19. Sebab, dalam peta sebaran yang dirilis di website infocovid19.jatimprov.go.id milik pemprov, warna peta Surabaya diklaim hitam karena banyaknya pasien yang terpapar.
Kemarin pemprov melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jatim memastikan hal itu tak benar. ”Tidak ada zona hitam. Jadi, sebenarnya itu zona yang warna merahnya tua,” kata Kepala Diskominfo Jatim Benny Sampirwanto kemarin.
Dia menjelaskan, peta itu merupakan gambaran persebaran virus di 38 kabupaten/kota di Jatim. Setiap daerah memiliki warna yang berbeda. Awalnya ada tiga warna. Yakni, hijau (untuk daerah yang belum terjangkit virus), kuning (bagi daerah yang hanya PDP dan ODP), serta merah (bagi daerah yang sudah terdapat kasus positif).
Warna tersebut lalu menyesuaikan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif. Semakin banyak, warna merah itu semakin tua. ”Karena di Surabaya jumlah pasien positif cukup banyak, warnanya terlihat makin tua. Jadi, bukan hitam seperti yang ramai di media sosial (medsos),” katanya.
Sebenarnya, bukan hanya Kota Surabaya yang warnanya merah tua. Kabupaten Sidoarjo juga hampir sama. Berbeda dengan Banyuwangi yang bewarna merah cerah. Sebab, kasus positif Covid-19 di sana relatif sedikit. Karena itu, Benny meminta publik tidak menyalahartikan makna warna tersebut.
Dia juga meminta masyarakat tidak langsung percaya dengan informasi yang beredar di media sosial (medsos). Perlu diteliti dan dikonfirmasi. Dengan begitu, informasi yang diterima sesuai dengan fakta. ”Bukan hoaks yang marak beredar di masyarakat,’’ jelas dia.
Cetak Rekor Tambahan Pasien Sembuh
Di tengah penambahan kasus positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang belum mereda, ada sebuah kabar yang begitu melegakan. Jumlah pasien yang terjangkit virus korona yang dinyatakan sembuh/negatif makin bertambah.
Dalam beberapa hari terakhir, penambahannya cukup signifikan. Bahkan, kemarin Jatim mencetak rekor baru pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh/negatif. Jumlahnya lebih banyak daripada penambahan.
Berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jatim, kemarin ada tambahan 292 pasien positif yang dinyatakan sembuh. Tambahan pasien sembuh terbanyak berasal dari Surabaya (240 pasien). Berikutnya, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu (selengkapnya lihat grafis).
Tak hanya itu, kemarin jumlah pasien sembuh/negatif melebihi jumlah tambahan kasus positif yang mencapai 172 pasien. Lonjakan itu berpengaruh signifikan terhadap persentase pasien sembuh di Jatim. Jika awalnya hanya mencapai 13 persen, kini naik menjadi 20,55 persen.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa begitu bersyukur. Dia berharap data tersebut menjadi angin segar dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Jawa Timur. Dia menyebutkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama seluruh elemen. ”Semua saling sinergi mengatasi wabah Covid-19,’’ katanya.
Meski demikian, tokoh yang juga ketua PP Muslimat NU itu tetap memberikan warning agar semua pihak tetap waspada. Sebab, kenaikan pasien sembuh yang tinggi tak akan memberikan arti apabila jumlah pasien positif juga terus meningkat. ”Harus ditekan agar pasien yang terjangkit virus makin berkurang,’’ jelasnya.
Sementara itu, Ketua GTPP Covid-19 Jatim Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi menyatakan, selain memaksimalkan usaha penyembuhan pasien lewat metode yang sudah diterapkan selama ini, pihaknya mulai memaksimalkan metode plasma convalescent alias donor plasma darah dari pasien sembuh kepada pasien yang masih yang dirawat. ”Kami berusaha mencari plasma darah dari pasien yang sudah sembuh,’’ katanya.
Saat ini jumlah pasien sembuh yang mendonorkan plasma darah masih sedikit. Karena itu, pihaknya menyosialisasikan program donor plasma tersebut. Harapannya, pasien yang sudah dinyatakan negatif itu bersedia menjadi pendonor plasma darah. ”Tentunya mereka yang memenuhi syarat,’’ ujar dr Joni.
Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki pendonor plasma darah. Di antaranya, pasien tersebut tidak memiliki penyakit bawaan. Selain itu, usia pasien masih muda. Dokter Joni meminta kerelaan pasien yang memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut.
Plasma darah merupakan cara penyembuhan yang diterapkan di Jakarta. Hasilnya cukup positif. Banyak pasien yang sembuh. Plasma darah pada pasien sembuh dinilai memiliki antibodi yang kuat. Plasma itu bertugas membantu antibodi pasien yang masih sakit. Dengan begitu, virus korona bisa kalah.
Pastikan Tak Ada Klaster Kasek-Pengawas Sekolah di Jatim
Para tenaga pendidik di berbagai wilayah di Jatim bisa bernapas lega. Kemarin dinas pendidikan (dispendik) memastikan tak ada klaster baru persebaran virus korona pasca pelantikan kepala sekolah (Kasek)-pengawas SMA/SMK di Jatim.
Kepastian itu muncul setelah keluarnya hasil swab test seorang peserta pelantikan Kasek-pengawas yang meninggal dunia. Yang bersangkutan dinyatakan negatif. Tidak hanya itu, hasil rapid test terhadap semua Kasek-pengawas peserta pelantikan pada 20 Mei tersebut nonreaktif.
Karena itu, Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi memastikan tidak ada klaster dari pelantikan kepala dan pengawas SMA serta SMK pada 20 Mei lalu. ”Sesuai informasi awal, peserta yang meninggal mengalami sakit asam lambung,’’ ucapnya.
Selain itu, kata Wahid, dari hasil rapid test peserta pelantikan kepala dan pengawas SMA serta SMK, hampir semuanya nonreaktif alias negatif. Dengan begitu, Wahid memastikan tidak ada persebaran Covid-19 dari pelaksanaan pelantikan tersebut.
Mantan kepala Dishub Jatim itu meminta agar masyarakat tidak cepat menyimpulkan. ”Penyimpulan yang salah bisa merugikan banyak pihak. Utamanya keluarga peserta yang meninggal,” katanya.
Sementara itu, sejumlah kepala SMA merasa bersyukur setelah dinyatakan nonreaktif pasca ikut rapid test. Salah satunya Kepala SMAN 1 Glenmore M. Rifai. Berdasar hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah Banyuwangi, Rifai dinyatakan nonreaktif. ”Alhamdulillah, saya positif sehat,” ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1yhsPJtUXe4
https://www.youtube.com/watch?v=ngF7O8kB56w
https://www.youtube.com/watch?v=B02o5AH0djc