
AGAR BERUNTUNG: Suhu Gunawan menyiramkan air pada orang yang ingin buang sial dalam ritual Cie Suak kemarin. Diyakini, dengan ritual ini, mereka akan terhindar dari kemalangan sepanjang tahun. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sehari setelah perayaan Cap Go Meh, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hong San Ko Tee mengadakan Cie Suak. Yakni, ritual tolak bala yang menjadi kebiasaan setiap permulaan tahun dalam kalender Tionghoa.
Masyarakat keturunan Tionghoa meyakini, setiap tahun selalu ada shio-shio yang lebih apes atau jiong daripada shio lainnya. Karena itu, dilakukan Cie Suak untuk memohon doa restu kepada Thian Yang Mahamulia serta para Buddha dan dewa-dewi. Diharapkan, shio-shio yang jiong selalu mendapat perlindungan dari segala tantangan dan cobaan.
’’Istilahnya ruwatan atau buang sial. Setelah Cie Suak, anggapannya bukan berarti nggak akan sial sama sekali, bukan. Tapi, kalaupun ada masalah, bisa diselesaikan dan dilewati dengan baik,’’ ujar Sudiman, salah seorang pengurus kelenteng.
Dia menjelaskan, pada Tahun Tikus Logam 2571 ini, ada empat shio yang dianggap jiong. Yaitu, shio tikus, kuda, ayam, dan kelinci. Namun, shio lain di luar itu pun tetap bisa mengikuti Cie Suak.
’’Yang jiong juga dianjurkan ikut. Sebab, nggak mungkin dalam setahun itu kita nggak apes,’’ tutur lelaki 34 tahun tersebut.
Ritual yang dipimpin suhu Gunawan dan dibantu suhu Joko Lelono itu diikuti ratusan umat. Setiap umat yang melakukan ritual juga membawa beberapa barang sebagai persyaratan. Misalnya, baju bekas yang masih layak pakai untuk disumbangkan, handuk, uang logam tiga keping, dan peralatan sembahyang.
Mereka mengawali ritual dengan sembahyang. Setelah itu, mereka berbaris untuk mendapatkan siraman air mawar dari suhu. Suhu Gunawan menyiram kepala setiap umat dengan air mawar yang diambil dari dalam gentong. Jumlah siraman setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang tiga kali, ada juga yang sampai delapan kali. ’’Berdasar getaran yang saya terima. Makin negatif getarannya, makin banyak air yang disiramkan,’’ jelas Gunawan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
