
NAMA BARU: Kendaraan memadati Jalan Taman Pinang Indah kemarin. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana memberikan nama ke jalan itu dan sejumlah akses yang belum ada namanya. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Jalan-jalan besar di Kota Delta segera mempunyai nama pasti. Selama ini, akses-akses tersebut baru dikenal dengan sebutan oleh masyarakat. Pemkab dan DPRD Sidoarjo akan menyematkan nama resmi.
Jalan-jalan yang akan diresmikan dengan nama baru itu, antara lain, Jalan Taman Pinang Indah menuju Perumahan Gading Fajar. Jalan tersebut akan dinamai Jalan Soekarno-Hatta.
Akses lain adalah jalan yang dulu dikenal Jalan Lingkar Barat, depan Monumen Ponti sampai traffic light (TL) Pagerwojo. Jalan itu dijuluki Jalan Raya Ponti. Total ada tujuh jalan yang akan memperoleh nama resmi.
Kabag Pemerintahan Imam Mukri menyatakan, setiap jalan harus memiliki nama. Aturan tersebut sesuai Permendagri Nomor 39 Tahun 2008 dan Perda Nomor 12 Tahun 1996. Selain sebagai keterangan tempat, nama jalan dibutuhkan untuk kepastian alamat.
Imam menambahkan, sebenarnya ada banyak jalan di Kota Delta yang belum memiliki nama resmi. Hanya sebutan. Misalnya, jalan yang baru dibangun 5 tahun hingga 10 tahun lalu.
Saat ini pemkab memprioritaskan nama tujuh jalan. Tahapan berjalan sejak awal tahun ini. Pertama, pemkab menghimpun usul masyarakat. Kedua, pemkab mengundang tim teknis. Berlanjut konsultasi publik. Pemkab juga mengundang perwakilan warga yang berdomisili di jalan itu, ketua RT dan RW, kepala desa, camat, serta badan permusyawaratan desa (BPD).
Imam mencontohkan Jalan KH Ali Mas’ud. Nama itu hendak disiapkan untuk jalan di depan pusat perbelanjaan Transmart hingga Museum Mpu Tantular. Namun, ternyata nama Jalan KH Ali Mas’ud sudah dipakai. Lokasinya berdekatan dengan Makam Mbah Ud. Rapat menyetujui nama baru. Yakni, Jalan Raden Pandji (RP) Soeroso.
Menurut dia, pemilihan nama jalan tidak asal comot. Pemkab mempertimbangkan ketokohan Soeroso. Soeroso adalah pahlawan nasional asal Sidoarjo. ”Kami ingin memberikan penghargaan,” terangnya.
Pengajuan nama jalan masih diusulkan ke DPRD. ”Setelah itu, ditetapkan bupati,” paparnya. Ketua DPRD Sidoarjo Usman menyatakan, usul nama jalan dibahas di banmus. Dewan akan melakukan telaah. ”Secepatnya kami tuntaskan,” terangnya. (aph/c12/roz) Jalan Taman Pinang Jadi Jalan Soekarno-Hatta
SIDOARJO, Jawa Pos – Jalan-jalan besar di Kota Delta segera mempunyai nama pasti. Selama ini, akses-akses tersebut baru dikenal dengan sebutan oleh masyarakat. Pemkab dan DPRD Sidoarjo akan menyematkan nama resmi.
Jalan-jalan yang akan diresmikan dengan nama baru itu, antara lain, Jalan Taman Pinang Indah menuju Perumahan Gading Fajar. Jalan tersebut akan dinamai Jalan Soekarno-Hatta.
Akses lain adalah jalan yang dulu dikenal Jalan Lingkar Barat, depan Monumen Ponti sampai traffic light (TL) Pagerwojo. Jalan itu dijuluki Jalan Raya Ponti. Total ada tujuh jalan yang akan memperoleh nama resmi.
Kabag Pemerintahan Imam Mukri menyatakan, setiap jalan harus memiliki nama. Aturan tersebut sesuai Permendagri Nomor 39 Tahun 2008 dan Perda Nomor 12 Tahun 1996. Selain sebagai keterangan tempat, nama jalan dibutuhkan untuk kepastian alamat.
Imam menambahkan, sebenarnya ada banyak jalan di Kota Delta yang belum memiliki nama resmi. Hanya sebutan. Misalnya, jalan yang baru dibangun 5 tahun hingga 10 tahun lalu.
Saat ini pemkab memprioritaskan nama tujuh jalan. Tahapan berjalan sejak awal tahun ini. Pertama, pemkab menghimpun usul masyarakat. Kedua, pemkab mengundang tim teknis. Berlanjut konsultasi publik. Pemkab juga mengundang perwakilan warga yang berdomisili di jalan itu, ketua RT dan RW, kepala desa, camat, serta badan permusyawaratan desa (BPD).
Imam mencontohkan Jalan KH Ali Mas’ud. Nama itu hendak disiapkan untuk jalan di depan pusat perbelanjaan Transmart hingga Museum Mpu Tantular. Namun, ternyata nama Jalan KH Ali Mas’ud sudah dipakai. Lokasinya berdekatan dengan Makam Mbah Ud. Rapat menyetujui nama baru. Yakni, Jalan Raden Pandji (RP) Soeroso.
Menurut dia, pemilihan nama jalan tidak asal comot. Pemkab mempertimbangkan ketokohan Soeroso. Soeroso adalah pahlawan nasional asal Sidoarjo. ”Kami ingin memberikan penghargaan,” terangnya.
Pengajuan nama jalan masih diusulkan ke DPRD. ”Setelah itu, ditetapkan bupati,” paparnya. Ketua DPRD Sidoarjo Usman menyatakan, usul nama jalan dibahas di banmus. Dewan akan melakukan telaah. ”Secepatnya kami tuntaskan,” terangnya.
Photo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
