
Ilustrasi Kartu Kredit. (Pixabay)
JawaPos.com - Budi Tantoro tidak menyangka kartu kreditnya di enam bank dibobol dengan menggunakan SIM card lawas yang sudah dimatikan. Nomor seluler lamanya ternyata aktif lagi dan digunakan untuk membobol sandi kartu kredit. Kartu itu kemudian dipakai belanja online. Duit yang hilang Rp 88 juta.
Pria yang tinggal di kawasan Surabaya Timur itu sudah melaporkan kasus yang dialaminya ke Polda Jatim. Budi menceritakan, pada 22 Juli 2018, dia menonaktifkan nomor selulernya di Grapari Galaxy Mall Surabaya dengan alasan tertentu. Nomor tersebut selama ini terhubung dengan semua kartu kredit miliknya.
Budi yakin semua data yang terhubung dengan nomor tersebut akan terhapus. Termasuk nomor-nomor kartu kreditnya. ”Data-data pengguna lama mestinya juga sudah terhapus,” kata Budi.
Telkomsel ternyata mengaktifkan kembali nomor tersebut dan menjualnya kepada orang lain. Pria 34 tahun itu mulai curiga. Ketika dirinya tidak bisa mengakses e-mail pada 28 April 2019.
Nah, e-mail itu terhubung dengan nomor yang sudah dinonaktifkan. Saat mencoba verifikasi, sistem mengirim kode verifikasi ke nomor seluler yang sudah mati. Budi tidak bisa melihat dan menggunakan kode verifikasi tersebut karena nomor itu sudah milik orang lain.
Sejak e-mail-nya diretas, Budi mendapati serentetan pembobolan kartu kreditnya di enam bank. Di salah satu bank, ada empat transaksi senilai Rp 25,3 juta. Transaksi itu merupakan belanja di salah satu toko online. Dia juga ditagih bank lain sampai Rp 28 juta.
Di bank lain dia juga ditagih tujuh transaksi kartu kredit untuk membeli pulsa di aplikasi belanja online. Jumlahnya Rp 1,7 juta. Pembobolan terus berlangsung. Saat dia datang ke kantor sebuah bank pada 22 Mei untuk mengecek, dia mendapati ada transaksi kartu kredit yang tidak dikenalinya senilai Rp 9,3 juta beberapa jam sebelumnya.
Begitu pula saat dia mengecek di bank yang berbeda. Ada tiga kali transaksi yang tidak dikenalinya. Di bank yang lain, ada 12 kali transaksi yang juga tidak dikenalinya. Nilainya sampai Rp 23,7 juta.
Budi kemudian mendatangi bank-bank yang kartu kreditnya dibobol. Namun, pihak bank tidak mau tahu. Dari kantor bank di Surabaya, alasannya selalu sama. Investigasi dilakukan kantor Jakarta. Meski begitu, saya diminta bayar tagihan transaksi yang tidak saya kenal. ”Saya ingin masalah ini cepat selesai. Karena khawatir kalau terus berlarut, bunganya bertambah dan tagihan semakin banyak,” ujarnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
