Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Agustus 2019 | 03.33 WIB

Penyesalan Pelakor yang Dibalas Pelakor

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Yuk Angelina menyesal telah jadi korban si playboy Guk Antonio. Dari seorang pelakor (perebut laki orang), perempuan 29 tahun itu dibalas tuntas oleh pelakor lain. Kena karma? Mungkin. Yang jelas, dia berjanji tidak akan pernah merebut suami orang lagi.

’’Kapok aku. Ternyata sakit ya hati kalau suami direbut orang,’’ ucap Yuk Angelina kepada kuasa hukum yang mendampinginya di Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo, Henrie A.

Lima tahun lalu Yuk Angelina sukses merebut hati Guk Antonio. Padahal, usia lelaki itu lebih muda, yakni 28 tahun. Dia memang cuma seorang pegawai swasta. Tampangnya pun biasa saja. Namun, soal rayuan, Guk Antonio jagonya.

Yuk Angelina pun tidak kalah. Perempuan yang bekerja di rumah sakit swasta itu juga lihai memikat lelaki. Dari tebar senyum hingga rumput cinta. Muuuuanis dan sueeger. Buktinya, Guk Antonio yang sebenarnya sudah punya istri pun bertekuk lutut. Berani meninggalkan istrinya. Jatuh ke pelukan Yuk Angelina. Mereka kerap bertemu. Asyik-asyik kongko bareng.

Di awal pernikahan, bahtera keduanya kuat menantang ombak. Ombak nafsu mereka terjang. Mesra dalam cinta dan gairah. Yuk Angelina langsung berbadan dua. Buah hati mereka kini sudah bocah.

Namun, badai tiba-tiba datang. Tanpa disangka, Guk Antonio keluar aslinya. Watak kucing garongnya kambuh. Diam-diam, lelaki asli Sidoarjo itu punya simpanan. Bukan investasi, saham, deposito, atau emas. Guk Antonio menyimpan istri baru. ’’Dia pacaran sama temannya,’’ ucap Yuk Angelina.

Hati panas membara. Sakit begitu dalam. Namun, apa daya. Saat itu dia memilih mengalah. Diam. Hati Yuk Angelina hancur saat tiba-tiba dapat kabar bahwa sang playboy menggugat cerai. Bahtera yang telah berlayar 5 tahun hendak dikaramkan.

’’Aku lho masih cantik. Tetap seksi walau sudah punya anak satu. Apa kurangnya,’’ ungkap Yuk Angelina dengan sesenggukan. Dia masih ingat saat Guk Antonio sering memujinya.

Siapa yang menyangka lelaki itu ibarat peladang berpindah. Buka lahan, tebar benih, panen, lalu pergi begitu saja. Dia mencampakkan ladang yang sudah mengering. Lalu, mencari ladang baru yang masih hijau. Mirip kelakuan politikus kutu loncat yang suka pindah-pindah partai.

Ketika ditanya hakim PA mengapa tega meninggalkan istri dan anaknya, Guk Antonio menjawab enteng. ’’Saya lebih memilih yang baru saja.’’ Teriris-iris hati Yuk Angelina.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore