Petugas Satpol PP Kota Surabaya saat menertibkan kabel FO dan tiang provider di Jalan Adityawarman, Selasa (24/2). (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Keberadaan jaringan kabel utilitas Fiber Optik (FO) di jalanan Kota Surabaya yang tidak tertata alias semrawut, tak hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan rasa kurang nyaman bagi masyarakat.
Hal ini mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP. Sebulan terakhir ini, petugas gencar melakukan patroli untuk menata sekaligus menertibkan jaringan kabel FO yang tak berizin.
Kabid Pengadaan Tanah dan Pemanfaatan Infrastruktur (PPI) Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Wienda Novita Sari mengatakan, penertiban terbaru dilakukan di kawasan Jalan Adityawarman.
"Sebenarnya sebelum Februari 2026 kami juga rutin lakukan penertiban. Hari ini, kita (melakukan penertiban) di dua sisi Jalan Adityawarman, utara dan selatan," tutur Wienda, Selasa (24/2).
Hasilnya, petugas Satpol PP Surabaya menertibkan lima tiang provider, 3 kabel FO, san 1 kabel crossing di Jalan Adityawarman sisi utara. Sementara di jalan sisi selatan, petugas mengamankan 3 kabel FO.
"Penertiban ini dilakukan karena ada sejumlah utilitas provider yang tidak sesuai dengan regulasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Jaringan Utilitas," imbuhnya.
Sebelum penertiban dilakukan, instansi provider yang melanggar Perda telah lebih dulu mendapat peringatan. Namun hingga batas waktu berakhir, tidak ada respons sehingga akhirnya ditindak oleh Pemkot Surabaya.
“Itu kita memberikan peringatan dan kalau tidak ditindaklanjuti oleh instansi utilitas yang melanggar Perda, kita melakukan penertiban. Jadi kita mohon bantuan penertiban (Bantip) ke Satpol PP,” tutur Wienda.
Selain berdasarkan peraturan daerah, penertiban ini bagian dari tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto soal penataan jaringan kabel FO, kabel listrik, hingga baliho di seluruh daerah.
Pemkot Surabaya berkomitmen melakukan penertiban utilitas secara berkala. Tujuannya, agar jaringan utilitas di Kota Surabaya lebih tertata dan sesuai dengan regulasi ketentuan perda yang berlaku.
“Sebenarnya kita selalu sampaikan di setiap giat perapian utilitas kepada provider agar melakukan perapian. Setiap ada permintaan baru (utilitas), kami juga mengimbau agar menggunakan sistem tanam,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
