
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan Parenting Akbar Puspaga (Pusat pembelajaran keluarga) dan seminar Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, di Empire Palace lantai 10 Kota Surabaya, Selasa (23/5). Kegiatan tersebut mengangkat tema Kenali Potensi, Siapkan Transisi, Raih Prestasi Menjadi Orang Tua dan Pendidik yang Menginspirasi di Era Digitalisasi dengan narasumber Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Iwan Syahril dan Psikologi Anak Elly Risman.
”Anak-anak ini mau menjadi anak yang baik atau tidak, mau menjadi anak yang berhasil atau tidak, itu karena asuhan orang tua. Sentuhan kasih sayang orang tua itu jauh lebih berarti, agar anak-anak ini bisa menahan dirinya dari kegiatan negatif,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Dia menjelaskan, parenting atau metode orang tua memahami peran mereka dalam membentuk karakter anak sangat penting. Sebab, jika tidak memahami hal tersebut, anak-anak akan kesulitan menyampaikan yang dirasakan maupun apa yang ingin disampaikan. Sebab, parenting yang tepat akan selalu dilandasi dengan ilmu keagamaan.
”Parenting ini diajarkan bagaimana orang tua terbuka dengan anaknya. Anak itu seperti sahabat, kalau anak ini tidak berani berbicara, tidak berani bertanya, akan terjadi permasalahan dalam keluarga ini. Akhirnya anak ini mencari teman untuk curhat. Maka tadi diajarkan bagaimana ayah dan ibu dekat dengan putra dan putrinya, sehingga ada komunikasi,” jelas Eri.
Wali Kota Eri Cahyadi berpesan kepada seluruh orang tua di Kota Pahlawan untuk memperhatikan penggunaan gadget anak-anaknya. Kemudian, mencoba memahami tingkah laku, perilaku, dan sikap anak.
Sementara itu, Ketua Bunda Paud Surabaya Rini Indriyani menyampaikan, penguatan karakter anak-anak di Kota Pahlawan dimulai sejak usia PAUD. ”Anak-anak ini jangan dituntut untuk bisa matematika atau sains, tetapi dilatih untuk percaya diri melalui pentas seni. Kita kuatkan di sana dan kita ajarkan, karena untuk berkomunikasi dengan orang tua atau mengekspresikan emosi bisa lebih mudah, sebab sudah diajarkan sejak kecil,” kata Rini Indriyani.
Rini menjelaskan, dengan melatih anak-anak dalam menyampaikan ekspresi dan emosi, diharapkan anak-anak terbiasa dalam menyampaikan keinginannya. ”Misalnya ketika pulang sekolah, dia bercerita tentang apa saja yang dilakukan. Artinya, dia berkomunikasi untuk menyampaikan atau mengekspresikan emosinya. Kalau sudah dibiasakan komunikasi dengan baik, insya Allah saat remaja maupun dewasa, terbiasa berkomunikasi dengan orang tuanya,” ucap Rini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022