
Keluhan Motor Brebet Usai Isi Bensin Meluas di Surabaya, Mekanik Ungkap Motor Matic dan Karbu Paling Rawan. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dua hari terakhir, bengkel-bengkel di Surabaya dipenuhi keluhan serupa. Banyak pengendara yang datang mengaku motornya tiba-tiba tersendat lalu mati, istilah familiarnya, yakni brebet.
Mekanik salah satu bengkel di kawasan Ngagel, Surabaya, Anton mengaku heran, mengapa belakangan ini, tiba-tiba banyak sepeda motor yang memiliki keluhan sama, tersendat-sendat seperti bensin habis, padahal masih terisi.
"Hari ini sudah ada delapan motor yang datang gara-gara brebet. Tujuh pengendara motor mengaku brebet setelah pakai pertalite, satu pengendara lagi pakai pertamax," tutur Anton di bengkel tempat ia bekaerja, Selasa (28/10).
Sebelum memperbaiki motor yang brebet, Anton sempat menyarankan pemiliknya untuk mengisi bensin Pertamax, dengan harapan motor kembali normal. Namun, meski sudah diisi bensin lagi, motor tersebut tetap brebet.
Di tempat terpisah, mekanik bengkel di wilayah Semolowaru, Surabaya Rudi Hartano, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan dalam sehari, sudah ada dua kendaraan yang ia perbaiki dengan keluhan brebet.
"Hari ini saya benerin dua motor yang brebet karena bensin, tadi pagi malah ada motor Beat keluaran terbaru. Saya cek bensinya, baunya nggak enak, seperti endapan lama," ujar Rudi kepada JawaPos.com, Selasa (28/10).
Mekanik berusia 49 tahun tersebut mengungkapkan ciri-ciri sepeda motor mengalami brebet karena bensin, yakni sepeda motor sulit nyala, lalu ketika digas tidak lancar, seperti bensin habis, tetapi masih ada.
"Motor yang rawan atau paling gampang brebet itu motor-motor matic dan motor karbu, yakni sepeda motor yang menggunakan karburator, seperti Supra X, Yamaha Vega, Honda Astrea, itu rawan brebet," imbuhnya.
Ketika memperbaiki motor brebet, hal pertama yang dilakukan Rudi adalah mengecek kondisi busi dan CDI (Capacitor Discharge Ignition), komponen yang berfungsi menciptakan percikan api sehingga mesin dapat menyala.
"Terutama CDI, mbak. Karena biasanya motor gak mau nyala atau brebet, masalahnya kalau nggak di busi ya CDI. Kalau ternyata mesinnya juga rusak, itu mahal, bisa jutaan rupiah buat benerin," pungkas Rudi.
Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan bahwa seluruh proses distribusi BBM sudah sesuai SOP.
"Setiap tahapan distribusi dilakukan sesuai standar yang ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai," tutur Ahad dikonfirmasi.
Termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium, sebelum BBM disalurkan kepada masyarakat. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus berkomitmen menjaga kualitas produk BBM yang diterima masyarakat.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
