ILUSTRASI. Desain kawasan kota modern di CitraLand City Kedamean
JawaPos.com - Proyek infrastruktur di Surabaya Barat diprediksi berdampak langsung pada kenaikan harga tanah. Dewan Pembina AREBI Jatim sekaligus Principal Java Property Citraland, Rudy Sutanto, menyebut kawasan Citraland serta perbatasan Wiyung–Menganti menjadi titik yang paling signifikan.
"Akses menuju Citraland makin besar, otomatis harganya terdorong naik. Begitu juga di Wiyung dan Jeruk Menganti," ujarnya.
Saat ini harga tanah di kawasan Lakarsantri, Jeruk, dan Wiyung di nol jalan di kisaran Rp 7–8 juta per meter persegi. Sedangkan di kawasan Citraland harga tanah kosong sudah mencapai Rp 12,5–20 juta per meter persegi, tergantung klaster.
Kenaikan tahunan diperkirakan sekitar 5 persen, dengan potensi mencapai 10 persen apabila kondisi ekonomi nasional membaik. Rudy menegaskan tren kenaikan tanah di Surabaya Barat tetap stabil meski ekonomi melambat.
Kalau situasi stagnan, kenaikan rata-rata 5 persen sudah bagus. Tapi dengan ekonomi yang lebih baik di 2026, potensi bisa menembus lebih 10 persen. Sementara untuk kawasan lainnya berada di bawah dua lokasi tersebut.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
